Hukum Haji Berkali-kali, Tapi Tak Pernah Sedekah

0
201

BincangSyahriah.Com – Sadar atau tidak, kita memang terlalu sibuk mengemas diri untuk bisa tampil menawan di hadapan tuhan. Bahkan jika saya kembalikan ke judul di atas, seberapa banyak orang haji berkali-kali, umrah berkali-kali, naik pesawat mewah berkali-kali, sementara orang-orang di sekitarnya, tetangganya menderita, kesulitan ekonomi, hidup penuh dengan hutang, biaya rumah sakit, butuh berobat, dan butuh biaya pendidikan.

Bukankah sudah jelas bahwa Nabi Muhammad pernah Bersabda yang diriwayatkan oleh imam Muslim: “Tuhan (Allah SWT) itu ada dan dapat ditemui di sisi orang sakit, orang kelaparan, orang kehausan, dan orang menderita.”

Dalam kaidah fiqih pun dinyatakan secara jelas dan tegas: “al-muta’addiyah afdhal min al-qashirah” (ibadah sosial jauh lebih utama daripada ibadah individual).

Lantas bagaimana pandangan ulama dengan yang sibuk berhaji tapi enggan untuk membantu orang-orang lemah?

Dijelaskan di dalam kitab Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah juz 6 hal. 290 dalam Mazhab Hanafi:

والحج ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ اﻟﺼﺪﻗﺔ ﺇﻻ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺳﻨﺔ ﻣﺠﺎﻋﺔ

“Haji lebih utama dari pada sedekah, kecuali di tahun kelaparan”

Pendapat ini, tentu harus kita pahami berdasarkan konteks peristiwa. Di masa-masa yang memang genting, banyak penderitaan akibat ekonomi anjlok dan kadaulatan pangan tidak lagi menjanjikan. Maka berdasarkan pendapat di atas maka bersedekah dan membantu beban hidup umat Islam jauh lebih utama daripada kita berhaji.

Perkara semacam ini, juga dijelaskan oleh Syekh Dimyathi Syatha, I’anat Ath-Thalibin juz 2, Hal. 319 terkait orang shaleh yang memiliki kekayaan banyak namun kurang peduli terhadap kemiskinan orang banyak:

ﻭاﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻤﻦ ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﻔﻘﺘﻪ اﻟﺰﻭﺟﺔ، ﻭاﻟﻘﺮﻳﺐ، ﻭاﻟﻤﻤﻠﻮﻙ اﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻟﺨﺪﻣﺘﻪ، ﻭﺃﻫﻞ اﻟﻀﺮﻭﺭاﺕ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻟﻮ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻗﺎﺭﺑﻪ ﻟﻤﺎ ﺫﻛﺮﻭﻩ ﻓﻲ اﻟﺴﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺩﻓﻊ ﺿﺮﻭﺭاﺕ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺑﺈﻃﻌﺎﻡ ﺟﺎﺋﻊ، ﻭﻛﺴﻮﺓ ﻋﺎﺭ، ﻭﻧﺤﻮﻫﻤﺎ ﻓﺮﺽ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻣﻠﻚ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻛﻔﺎﻳﺔ ﺳﻨﺔ. ﻭﻗﺪ ﺃﻫﻤﻞ ﻫﺬا ﻏﺎﻟﺐ اﻟﻨﺎﺱ، ﺣﺘﻰ ﻣﻦ ﻳﻨﺘﻤﻲ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺡ

Baca Juga :  el-Bukhari Institute Menggagas Sekolah Hadis

“Orang haji wajib memberikan bekal untuk keluarga yang ditinggalkannya saat ke tanah suci], yaitu meliputi keluarga yang wajib dinafkahi, istri, kerabat, budak yang menjadi pelayannya dan orang-orang Islam yang sangat membutuhkan meskipun bukan kerabatnya. Seperti yang telah disampaikan oleh para ulama dalam Bab Jihad bahwa menghilangkan beban hidup umat Islam seperti memberi makan, pakaian dan lainnya adalah wajib bagi orang kaya yang memiliki(dana) makanan lebih banyak dari 1 tahun. Hal ini kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang termasuk orang yang dianggap shaleh”  Wallahualam



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here