Hukum Grup WA Campur Lawan Jenis

0
43

BincangSyariah.Com – Saat ini sudah lumrah dalam sebuah grup WA bercampur antara nomer WA laki-laki dan perempuan. Bagi sebagian orang, hal ini tidak boleh karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah, sementara menurut sebagian lainnya hukumnya boleh, tidak masalah. Sebenarnya, bagaimana hukum grup WA campur lawan jenis?

Membuat atau bergabung dengan grup WA yang bercampur dengan nomer WA laki-laki dan perempuan hukumnya boleh, tidak masalah. Hal ini karena yang bercampur di grup WA hanya nomer semata, bukan fisik pemiliknya. Karena itu, bercampurnya lawan jenis dalam grup WA tidak termasuk ikhtilath yang diharamkan dalam syariat.

Ikhtilath atau bercampur antara lawan jenis yang diharamkan dalam syariat harus memenuhi tiga syarat. Pertama, harus ada khalwat secara fisik antara laki-laki dan perempuan dan laki-laki melihat perempuan dengan syahwat. Kedua, tidak ada kesopanan pada diri perempuan. Ketiga, terjadi persentuhan fisik antara laki-laki dan perempuan.

Ketiga syarat tersebut tentu tidak dijumpai dalam grup WA. Karena itu, membuat atau bergabung dengan grup WA campur lawan jenis boleh, tidak haram. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

اخْتِلاَطُ الرِّجَال بِالنِّسَاءِ: – يَخْتَلِفُ حُكْمُ اخْتِلاَطِ الرِّجَال بِالنِّسَاءِ بِحَسَبِ مُوَافَقَتِهِ لِقَوَاعِدِ الشَّرِيعَةِ أَوْ عَدَمِ مُوَافَقَتِهِ، فَيَحْرُمُ.الاِخْتِلاَطُ إِذَا كَانَ فِيهِ:أ – الْخَلْوَةُ بِالأْجْنَبِيَّةِ، وَالنَّظَرُ بِشَهْوَةٍ إِلَيْهَا.ب – تَبَذُّل الْمَرْأَةِ وَعَدَمُ احْتِشَامِهَا.ج – عَبَثٌ وَلَهْوٌ وَمُلاَمَسَةٌ لَلأْبْدَانِ كَالاِخْتِلاَطِ فِي الأَْفْرَاحِ وَالْمَوَالِدِ وَالأْعْيَادِ، فَالاِخْتِلاَطُ الَّذِي يَكُونُ فِيهِ مِثْل هَذِهِ الأْمُورِ حَرَامٌ، لِمُخَالَفَتِهِ لِقَوَاعِدِ الشَّرِيعَةِ.

Bercampurnya laki-laki dan perempuan: Terdapat perbedaan dalam hukum bercampurnya laki-laki dan perempuan dari segi kecocokan terhadap kaidah syariat atau tiadanya kecocokan. Maka haram bercampurnya laki-laki dan perempuan jika memenuhi syarat berikut. Pertama, terjadi khalwah dengan wanita lain dan melihatnya dengan syahwat. Kedua, menyerahkannya wanita itu dan tidak ada kesopanan pada dirinya. Ketiga, bermain dan bersentuhan pada anggota badan, seperti ikhtilath (bercampur) dalam pesta. Dan ikhtilath dalam permasalahan ini hukumnya haram karena tidak sesuai dengan kaidah-kaidah syariat. Wallahu a’lam bis shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here