Hukum Donor Darah saat Puasa

0
604

BincangSyariah.Com – Hal-hal yang dapat membatalkan puasa menurut Imam Abu Syuja’ di dalam kitab Taqribnya ada sepuluh. Pertama, masuknya sesuatu secara sengaja hingga sampai ke lubang yang terbuka yang menjurus ke perut. Kedua, masuknya sesuatu lewat lubang luka yang terdapat di bagian kepala. Ketiga, menuangkan obat pada salah satu kedua jalan (qubul dan dubur). Keempat, muntah dengan sengaja. Kelima, bersetubuh secara sengaja (yaitu masuknya dzakar) ke dalam kemaluan wanita. Keenam, keluarnya mani akibat dari sentuhan kulit secara langsung. Ketujuh, haid. Kedelapan, nifas. Kesembilan, gila. Dan kesepuluh, murtad.

Menilik dari kesepuluh hal yang membatalkan puasa tersebut, maka mengeluarkan darah baik dengan berbekam atau donor darah tidak dapat membatalkan puasa. Nabi Saw. pun juga pernah melakukan berbekam saat melakukan ihram dan puasa. Sebagaimana hadis yang telah diinformasikan oleh sahabat Ibnu Abbas ra. berikut ini.

(عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَّنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ (رَوَاهُ البُخَارِيْ

“Dari Ibnu Abbas ra bahwasannya Nabi Saw. berbekam saat beliau berihram dan beliau berbekam ketika beliau berpuasa.” (HR.Al Bukhari)

Namun, di kalangan empat mazhab masih ada syarat dan ketentuan tertentu bagi orang yang berbekam atau dalam konteks kali ini adalah mendonorkan darahnya saat puasa. Bahkan menurut Imam Ahmad, berbekam atau donor darah membatalkan puasa baik bagi orang yang membekam atau yang dibekam dan wajib baginya untuk mengqadha’ puasanya. Pendapat Imam Ahmad ini berdasarkan hadis Nabi Saw. yang lain

عن شداد بن أوس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم أتى على رجل بالبقيع وهو يحتجم في رمضان فقال أفطر الحاجم والمحجوم رواه الخمسة إلا الترمذي وصححه أحمد وابن خزيمة وابن حبان

Baca Juga :  Bolehkah Orang yang Berkurban Memakan Daging Kurban?

Dari Syaddad bin Aus ra. bahwasannya Nabi Saw. mendatangi seorang laki-laki di Baqi’ yang sedang berbekam di Ramadan, maka Nabi bersabda bahwa orang yang membekam dan yang dibekam batal puasanya. (HR. Imam lima kecuali Imam al Tirmidzi dan dishahihkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Adapun menurut jumhur ulama (mayoritas ulama), berbekam atau donor darah tidak membatalkan puasa tetapi makruh jika tidak diperlukan menurut mazhab Syafii dan makruh menurut mazhab Maliki dan Hanafi jika dapat melemahkan tubuh. Menurut jumhur ulama hadis syaddad yang mengindikasikan batalnya puasa orang yang bekam telah dihapus/naskh dengan hadis riwayat Ibnu Abbas yang datang lebih akhir daripada hadisnya syaddad.

Demikianlah hukum donor darah bagi orang yang berpuasa adalah boleh, asalkan memang dibutuhkan dan tidak sampai melemahkan badan, karena orang yang berpuasa itu sudah lemah dengan menahan makan dan minum, dan hendaknya tidak dilemahkan dengan pengambilan darah dari tubuhnya. Oleh karena itu, jika ingin donor darah atau berbekam maka lebih baik dilakukan di malam hari. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here