Hukum Doa Bersama

0
404

BincangSyariah.Com – Menghadiri majelis zikir seperti yasinan dan tahlilan merupakan tradisi yang sudah mengakar di tengah masyarakat Indonesia. Dalam majelis tersebut mereka biasanya membaca tahlil, tahmid dan takbir serta memohon ampunan secara bersama-sama dengan dipimpin oleh seorang ustadz.

Di antara dalil yang menunjukkan keutamaan menghadiri majelis zikir adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Sahabat Abu Hurairah berikut ini:

إن لله ملائكة يطوفون في الطرق يلتمسون أهل الذكر، فإذا وجدوا قوما يذكرون الله تنادوا: هلمُّوا إلى حاجتكم ـ أي وجدوا بغيتهم ـ قال: فيحفونهم بأجنحتهم إلى السماء الدنيا، قال: فيسألهم ربهم، وهو أعلم منهم، ما يقول عبادي؟ قال: تقول: يسبحونك ويكبرونك ويحمدونك ويمجدونك، قال: فيقول: هل رأوني؟ قال: فيقولون: لا والله ما رأوك، قال: فيقول: وكيف لو رأوني؟ قال: يقولون: لو رأوك كانوا أشد لك عبادة، وأشد لك تمجيداً، وأكثر لك تسبيحاً، قال: يقول: فما يسألونني؟ قال: يسألونك الجنة، قال: يقول: وهل رأوها؟ قال: يقولون: لا والله يا رب ما رأوها، قال: يقول: فكيف لو أنهم رأوها؟ قال: يقولون: لو أنهم رأوها كانوا أشد عليها حرصاً، وأشد لها طلبا ً، وأعظم فيها رغبة، قال: فمم يتعوذون؟ قال: يقولون: من النار، قال: يقول: وهل رأوها؟ قال: يقولون: لا والله يا رب ما رأوها، قال: يقول: فكيف لو رأوها؟ قال: يقولون: لو رأوها كانوا أشد منها فراراً، وأشد لها مخافة، قال: فيقول: فأشهدكم أني قد غفرت لهم، قال: يقول ملك من الملائكة: فيهم فلان ليس منهم، إنما جاء لحاجة، قال: هم الجلساء لا يشقى بهم جليسهم.

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang ditugaskan untuk berkeliling di jalan-jalan untuk melihat ahli-ahli dzikir, Maka apabila mereka mendapati suatu kaum yang sedang berdzikir kepada Allah mereka menyeru: sampaikanlah hajat kalian, Maka para malaikat meliputi mereka dengan sayap-sayap mereka hingga mereka sampai ke langit dunia. Kemudian para malaikat ditanya oleh Allah yang lebih mengetahui dari pada para malaikat: Apa yang dikatakan oleh para hamba-hambaku? Para malaikat berucap: Mereka mensucikan-Mu, Membesarkan-Mu, Memuji-Mu, dan Mengagungkan-Mu. Maka Allah Ta’ala berkata: Apakah mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab:Tidak, demi Allah, Mereka tidak melihat-Mu, Maka Allah berkata: Dan bagaimana jikalau mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab: Kalau mereka melihat-Mu mereka akan lebih sangat dalam beribadah pada-Mu, Lebih banyak mengagungkan-Mu,Dan akan bertambah banyak Mensucikan-Mu.Maka Allah Ta’ala berkata pula: Apa permintaan mereka kepada-Ku? Para malaikat menjawab: Mereka meminta kepada-Mu surga, Kemudian Allah berkata: Apakah mereka pernah melihat surga tersebut? Para malaikat menjawab: Belum, Demi Allah mereka tidak pernah melihatnya. Maka Allah berkata: Bagaimana jika mereka melihatnya? Para malaikat menjawab:Kalau mereka melihatnya niscaya mereka akan bertambah giat untuk mendapatkannya, dan akan bertambah sangat memintanya pada-Mu, dan akan lebih besar keinginan mereka untuk mendapatkannya. Allah Ta’ala berkata pula: Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku? Para malaikat menjawab: Mereka meminta perlindungan pada-Mu dari dari neraka. Allah berkata pula: apakah mereka pernah melihatnya? Para malaikat menjawab; tidak, mereka tidak pernah melihatnya, Allah ta’ala berkata: Bagaimana jika mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Jikalau mereka melihatnya mereka akan bertambah takut terhadapnya, dan akan bertambah lari mereka darinya, Maka Allah Ta’ala pun Berkata: Saksikanlah bahwa Aku telah memberikan ampunan kepada mereka,maka salah satu di antara malaikat berkata: di antara para hamba-hamba-Mu itu ada yang datang hanya karena suatu hajat, Allah berkata: Mereka para ahli majelis, ia tidak merusak majelis mereka.

Imam Abu Abdillah al-Ba’ili mengutip perkataan Ibnu Taimiyah dalam Mukhtashar al-fatawa al-mishriyah, mengatakan bahwa berkumpul untuk berzikir dan berdoa bersama itu suatu hal yang baik selama tidak diyakini sebagai sunah yang dianjurkan dan tidak melakukan sesuatu bidah tercela, yaitu mengurangi dan menambahi ibadah yang sudah pasti dan jelas pelaksanannya.

Baca Juga :  Enam Potret Penguasa yang Adil

Anjuran zikir bersama juga tersirat dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Imam Tirmidzi berikut ini

ان النبي صلى الله عليه وسلم خرج على حلقة من اصحابه فقال ما يجلسكم؟ قالوا جلسنا نذكر الله ونحمده فقال إنه اتانى جبريل فأخبرنى بأن الله يباهى بكم الملآئكة.

Sesungguhnya Nabi Saw. keluar mendekati sahabat-sahabatnya yang sedang bergerombol, dan bertanya: “Apa yang membuat kalian duduk bergerombol?” Mereka menjawab: “Kami duduk bersama-sama berdzkir kepada Allah dan membaca tahmid kepada-Nya.” Beliau ber­sabda: “Sesungguhnya malaikat Jibril telah datang ke­padaku dan memberitahukan, bahwa Allah membanggakan kalian dihadapan para malaikat.”

Berdasarkan hadis di atas, Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwasanya disunnahkan duduk berkumpul untuk melakukan zikir bersama. Sebenarnya zikir bersama atau sendiri itu sama saja. Sebab ulama terdahulu pun ada yang lebih senang berzikir sendiri atau bersama. Masing-masing memiliki pijakan atau dasar hukumnya dalam syariat Islam.

Namun di dalam ibadah-ibadah kolektif yang disebutkan tadi, terdapat lebih banyak keutamaannya. Selain mendekatkan diri kepada Allah Swt, zikir bersama juga merupakan tradisi baik yang perlu dijaga guna mempererat tali silaturahmi antar muslim serta memperkuat persaudaraan di kalangan umat Islam. Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here