Bagaimanakah Fenomena Crosshijaber dalam Hukum Islam?

1
1208

BincangSyariah.Com – Saat ini sedang viral mengenai fenomena laki-laki mengenakan busana dan hijab berupa cadar layaknya perempuan. Fenomena ini di Indonesia dikenal dengan sebutan crosshijaber. Dalam Islam, bagaimana hukum crosshijaber atau laki-laki berbusana dan memakai hijab layaknya perempuan ini?

Dalam Islam, laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan, baik dalam pakaian, gerakan, dan sifat yang khusus dipakai dan dimiliki perempuan. Begitu juga sebaliknya, perempuan dilarang menyerupai laki-laki. Terkait fenomena crosshijaber yang viral saat ini, maka hal itu termasuk tasyabbuh (laki-laki menyerupai perempuan) yang dilarang. Bahkan Ibnu Jarir mengatakan dengan jelas bahwa haram bagi laki-laki memakai hijab yang biasa dan khusus digunakan perempuan.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Faidhul Qadir berikut;

لعن الله لمتشبهات من النساء بالرجال فيما يختص به من نحو لباس وزينة وكلام وغير ذلك والمتشبهين من الرجال بالنساء كذلك قال ابن جرير فيحرم على الرجل لبس المقانع والخلاخل والقلائد ونحوها

Allah melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki dalam hal yang khusus bagi laki-laki, baik dari segi pakaian, perhiasan, suara dan lainnya. Juga Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dalam hal yang khusus bagi perempuan. Ibnu Jarir berkata, ‘Maka haram bagi laki-laki menggunakan hijab (jilbab), gelang dan lainnya.

Selain itu, terdapat banyak riwayat yang menyebutkan keharaman tasyabbuh antara laki-laki dan perempuan, utamanya dalam masalah pakaian. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, Nasai dari Abu Hurairah, dia berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ، وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

Sesungguhnya Rasulullah Saw melaknat laki-laki yang memakai pakaian (khusus) perempuan, begitu pula perempuan yang memakai pakaian (khusus) laki-laki.

Baca Juga :  Alasan Doa Tidak Dikabulkan Menurut Imam Ibrahim bin Adham

Oleh karena itu, pakaian yang khusus bagi perempuan tidak boleh dipakai oleh kaum laki-laki, seperti daster, kebaya, BH, kerudung, cadar, sandal wanita, dan semacamnya. Demikian juga pakaian yang khusus bagi laki-laki, maka tidak boleh dipakai oleh perempuan, seperti peci dan semacamnya. Ini juga akan berdampak pada kebiasaan buruk bila dilakukan oleh anak-anak.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here