Hukum Bom Bunuh Diri, Bolehkah?

2
19

BincangSyariah.Com- Aksi biadab teroris kembali menyerang bangsa ini. Pengantin bom bunuh diri, meledakkan diri pada Minggu (28/3) pagi, di depan Gereja Katedral, Makassar. Celakanya, aksi serangan terorisme tak jarang mengklaim diri sebagai jihad fi sabilillah (jihad pada jalan Allah). Nah dalam Islam bagaimana hukum bom bunuh diri, bolehkah?

Dalam Al-Qur’an dengan tegas Allah melarang seseorang untuk bunuh diri. Allah berfirman dalam Q.S an-Nisa ayat 29-30;

وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا , وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ عُدۡوَٰنٗا وَظُلۡمٗا فَسَوۡفَ نُصۡلِيهِ نَارٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

 Artinya: Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Selain itu, terdapat hadis Nabi Muhammad yang melarang tegas melakukan tindakan bunuh diri. Ancaman kekal dalam neraka merupakan hukuman bagi orang yang bunuh diri. Tindakan bunuh diri tergolong dalam dosa besar.

Nabi Muhammad bersabda:

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدا فِيهَا أَبَدا. وَمَنْ شَرِبَ سَمّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدا مُخَلَّدا فِيهَا أَبَدا. وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدا مُخَلَّدا فِيهَا أَبَدا

Artinya: Barangsiapa membunuh dirinya dengan menusukkan besi (pisau), maka dengan besi yang di tangannya itulah kelak yang akan menikam perutnya di neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan kekal di dalam Neraka.

Barangsiapa membunuh dirinya dengan minum racun, maka kalak dia akan merasai racun itu di neraka jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam Neraka tersebut untuk selamanya.

Begitu juga, barangsiapa bunuh diri dengan cara terjun dari puncak gunung, maka dia akan terjun ke dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan untuk membunuh dirinya, selanjutnya ia akan kekal di neraka  untuk selamanya.

Menurut Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, mengatakan tindakan bom diri tak dibenarkan dalam Islam. Perbuatan meledakkan diri dengan menggunakan bom bunuh diri dengan iming-iming jihad merupakan perbuatan yang keliru dan tak dibenarkan oleh syariat Islam.

Syekh Bin Baz mengatakan;

أن هذا لا يصح، لأنه قتل للنفس، هذا غلط لا يجوز

Artinya: Sesungguhnya (baca; bom bunuh diri) perbuatan yang tidak dibenarkan, sebab tindakan itu merupakan bunuh diri. Ini pemahaman yang keliru dan tidak boleh.

Menurut Syekh Syaikh Abu ‘Abdullah Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Sulaiman bin Abdur Rahman al-‘Utsaimin at-Tamimi, tindakan bom diri merupakan perbuatan yang haram. Pelaku bom bunuh diri termasuk dalam dosa besar. Tindakan teror tersebut pun tidak termasuk dalam kategori jihad fi sabilillah.

Syekh Ibn Utsaimin mengatakan;

أنه يموت فيها حرامٌ، بل هي من كبائر الذنوب , ولأنَّ الجهاد في سبيل الله المقصودُ به حماية الإسلام والمسلمين, يحصل ضررٌ عظيم

Artinya: sesungguhnya bom bunuh diri perilaku itu haram, dan termasuk dalam dosa besar. Pasalnya, jihad di jalan Allah yang dimaksud adalah melindungi Islam dan kaum muslimin. Perbuatan bom bunuh diri, menimbulkan kebinasaan yang besar.

Lebih lanjut, termaktub dalam kitab Majmu’ Fatawa wa Rasailu al Utsaimin, Syekh Utsaimin mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri masuk ke dalam neraka. Pasalnya, tindakan tersebut merupakan dosa besar.

Ibn Utsaimin mengatakan;

رأيي في هذا أنه قاتل نفسه، وأنه سيعذَّب في جهنَّم بما قتل به نفسَه؛ كما صحَّ ذلك عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم

 Artinya: menurut ku pada masalah ini (bom bunuh diri), sesungguhnya pelakunya akan diazab kelak di neraka jahanam karena ia melakukan tindakan bunuh diri. Sebagaimana sabda Nabi dalam hadisnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Fatwa Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Terorisme mengeluarkan fatwa bahwa bom bunuh diri hukumnya haram. Pasalnya bom bunuh diri merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan (al-ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlak an-nafs).

Adapun Amaliyah al-Istisyhad (tindakan mencari kesyahidan) berbeda dengan bom bunuh diri yang dilakukan di Indonesia. Amaliyah al-Istisyhad merupakan bagian dari jihad yang dilakukan di daerah perang (dar al-harb) atau dalam keadaan perang.

Keadaan ini, tentu berbeda jauh dengan Indonesia yang berada dalam daerah damai. Pun  bukan daerah perang. Pendek kata, amaliyah al-Istisyhad berbeda dengan bunuh diri. Bom bunuh diri merupakan perbuatan haram.

(Baca:Apakah Bom Bunuh Diri Termasuk Jihad?)

100%

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here