Hukum Berwudhu dan Mandi Junub Menggunakan Air Hangat

0
6257

BincangSyariah.Com – Berwudhu dan mandi junub dalam fikih dikategorikan sebagai aktivitas bersuci. Bila wudhu bersuci untuk menghilangkan hadas kecil, seperti sehabis buang air keci, buang tinja, kentut, dan lain sebagainya. Sementara itu, mandi junub itu aktivitas bersuci untuk menghilangkan hadas besar, seperti habis berhubungan intim.

Wudhu ataupun mandi junub menggunakan air hangat mungkin menjadi solusi saat kita berada di tempat-tempat yang suhu kedinginannya luar biasa, seperti di pegunungan. Apakah boleh menggunakan air hangat dalam seperti itu?

Menurut Imam al-Mawardi dalam al-Hawi al-Kabir ada dua hal yang perlu dipahami terkait menggunakan air hangat sebagaimana berikut:

أحدهما الْفَرْقُ بَيْنَ الْمُسَخَّنِ بِالنَّارِ وَبَيْنَ الْحَامِي بِالشَّمْسِ فِي أَنَّ الْمُسَخَّنَ غَيْرُ مَكْرُوهٍ وَالْمُشَمَّسَ مَكْرُوهٌ. وَالثَّانِي: الرَّدُّ عَلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ مُجَاهِدٌ وَزَعَمُوا أَنَّ الْمُسَخَّنَ بِالنَّارِ مَكْرُوهٌ، وَهَذَا غَيْرُ صَحِيحٍ، لِمَا رُوِيَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُسَخَّنُ لَهُ الْمَاءُ فَيَسْتَعْمِلُهُ وَالصَّحَابَةُ يَعْلَمُونَ ذَلِكَ مِنْهُ، وَلَا يُنْكِرُونَهُ.

Pertama, terdapat perbedaan antara air yang dihangatkan dengan direbus menggunakan api dan air hangat atau panas karena sengatan sinar matahari. Kategori pertama itu tidak makruh, sementara yang kedua makruh.

Kedua, menolak pendapat sebagaian ulama, seperti Mujahid, yang menyatakan bahwa air yang dihangatkan dengan cara direbus itu makruh. Pendapat ini tidak tepat, karena terdapat riwayat menyebutkan bahwa sahabat Umar bin Khattab Ra. itu pernah disediakan air rebus, dan ia memakainya. Sementara itu, para sahabat lain juga menggunakannya, tidak menentang pendapat Umar tersebut.

Imam ‘Abdur Razzaq dalam kitab Mushannaf-nya meriwayatkan bahwa Imam ‘Atha pernah mendengar pendapat sahabat Ibnu ‘Abbas demikian: 

«فَإِنْ كُنْتَ مُتَوَضِّئًا مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ فَإِنَّ الْحَمِيمَ يَغْتَسِلُ بِهِ»

Baca Juga :  Tantangan Ulama Perempuan Masa Kini

Jika Anda berwudhu menggunakan air yang direbus, maka air rebusan (yang hangat) tersebut juga boleh untuk mandi.

Dari keterangan ini kita dapat memahami bahwa berwudhu atau pun mandi junub dengan menggunakan air hangat itu boleh dan tidak makruh. Kemakruhan terjadi apabila air yang digunakan itu panas yang dapat membahayakan kulit. Wallah a‘lam



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here