Hukum Bersumpah Palsu Demi Melariskan Barang Dagangan

0
365

BincangSyariah.Com – Berdagang adalah sebuah profesi yang mulia yang diajarkan oleh Rasululah. Beliau mulai berdagang bersama As Sain bin Abu Saib. Banyak yang menyebutkan bahwa reputasi Rasulullah dalam dunia bisnis demikian bagus, sehingga dia dikenal luas di Yaman, Syiria, Yordania, Irak, Basrah, dan kota-kota perdagangan lainnya di jazirah Arab.

Afzalur Rahman mencatat, dalam ekspedisi perdagangannya Rasulullah telah mengarungi 17 negara ketika itu, sebuah aktivitas perdagangan yang luar biasa. Kesuksesan bisnis Rasulullah pun makin cemerleng ketika  dia bertemu Ummul Mukminin Khadijah.

Kesuksesan Rasulullah tersebut disebabkan karena Rasulullah memiliki setingi-tingginya nilai amanah, nilai kejujuran, dan sikap menjaga kehormatan diri, sehingga beliau dinobatkan sebagai pemilik gelar Al Amin.

Jujur itu mengajak manusia untuk terus mujur, yaitu untung. Dalam dunia perdagangan, jujur adalah salah santu kunci untuk penjualan yang laris manis. Tidak butuh sumpah pulsu, cukup dengan mencontoh sosok Rasulullah dalam berdagang. Yaitu dengan sifat amanah dan jujur. Justru sumpah palsu merupakan peringatan keras bagi para pedagang, dimana Rasululah menyebut pedagang adalah tukang maksiat. Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ -: ” إِنَّ التُّجَّارَ هُمُ الْفُجَّارُ ” قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ قَدْ أَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ؟ قَالَ: ” بَلَى وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ فَيَكْذِبُونَ وَيَحْلِفُونَ فَيَأْثَمُونَ

Dari ‘Abdurrahman bin Syibel, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Para pedagang adalah tukang maksiat”. Diantara para sahabat ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah menghalalkan jual-beli?”. Rasulullah menjawab: “Ya, namun mereka sering berdusta dalam berkata, juga sering bersumpah namun sumpahnya palsu

Dengan begitu jelas bahwa yang dihalalkan Allah hanya proses jual beli yang jujur, sedangkan jual beli yang disertai sumpah palsu adalah tidak diperbolehkan. Mungkin sebagain pedagang ada yang merasa lebih laris jiga menggunakan sebuah sumpah dalam berdagag, yaitu bisa meyakinkan pembeli.

Baca Juga :  Cara Mengahadapi Ejekan Menurut Al Qur’an

Namun jika sumpah itu palsu, maka yang ada adalah menghilangkan berkah. Lebih lanjut kisah Nabi menerangkan bahwa jika memang barang tersebut cacat, maka lebih baik diceritakan di awal kepada pembeli, sehingga pembeli mengetahuinya. Hal sperti inila justru yang akan menambah keberkahan dalam transaksi jual beli.

Mungkin jarang kita jumpai di pasar tradisional saat ini, namun begitulah pelajaran berharga dari sebuah hadis Nabi yang berbunyi:

قال رسول صلى  الله عليه وسلم البيعان بالخيار مالم بورك لهما في بيعهما وإن كتما وكذبا فعسى أن يربحا ربحا ويمحكا بركة بيعهما اليمين الفاجرة منفقة للسلعة ممحقة للكسب

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: penjual dan pembeli itu kuasa memilih selama keduanya belum berpisah. Apabila keduanya benar dan mau menerangkan cacat barang dagangnya, maka diberi berkah keduanya di dalam jual beli. Dan jika keduanya menyembunyikan cacat barangnya dan berdusta, maka kemungkinan keduanya mendapat laba namun keduanya telah memusnahkan berkah jual beli-nya. Sumpah palsu itu melariskan barang dagangan, namun memusnahkan keuntungan



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here