Hukum Bersuara Saat Bersendawa

0
2022

BincangSyariah.Com – Sendawa biasa terjadi sesaat setelah makan. Pada umumnya, seseorang bersendawa dengan mengeluarkan suara, ada yang keras dan ada juga yang pelan. Menurut sebagian orang, bersendawa dengan suara keras tidak boleh dan sebisa mungkin ditahan sehingga tidak mengeluarkan suara. Benarkah demikian? Apakah ada larangan mengeraskan suara saat bersendawa dalam Islam?

Dalam Islam, kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menahan suara saat bersendawa. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Umar, dia berkata;

تجشأ رجل عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال ;كف عنا جشاءك فإن أكثرهم شبعا في الدنيا أطولهم جوعا يوم القيامة

“Ada orang yang bersendawa di dekat Nabi saw. Kemudian Nabi saw berkata, ‘Tahan sendawamu di hadapan kami. Karena orang yang paling sering kenyang di dunia, maka paling lama laparnya kelak di hari Kiamat.”

Sebaliknya, kita dilarang mengeraskan suara saat bersendawa. Setan akan senang saat kita bersendawa dengan suara yang keras. Dalam hadis riwayat Imam al-Dailami dalam kitab Musnad al-Firdaus disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda;

إذا تجشأ أحدكم أو عطس فلا يرفعن بهما الصوت ، فإن الشيطان يحب أن يرفعه بهما الصوت

“Jika salah seorang di antara kalian bersendawa atau bersin, maka jangan mengeraskan suara dengan keduanya. Karena setan senang salah seorang dari kalian mengeraskan suara saat sendawa dan bersin.”

Mengeraskan suara saat bersendawa hukumnya adalah makruh. Bahkan jika suara sendawa sampai mengganggu atau menyakiti orang lain, maka hukumnya bisa haram. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Faudhul Qadir berikut;

فيضحك منه ويهزأ به فيندب خفض صوته لهما قدر الإمكان ويكره الرفع عمدا فإن تأذى بهما أحد اشتدت الكراهة بل قد تحرم

Maka setan menertawakan sendawa yang bersuara keras dan mengejeknya. Oleh karena itu, disunahkan sedapat mungkin merendahkan suara saat bersendawa dan bersin dan dimakruhkan mengeraskannya dengan sengaja. Bahkan ada seseorang tersakiti akibat suara keras sendawa dan bersin, maka sangat makruh bahkan bisa menjadi haram.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here