Hukum Bersedekah Setelah Bermaksiat, Apakah Dosa Diampuni?

2
2197

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketika kita melakukan perbuatan maksiat dan dosa, kita sangat dianjurkan untuk segera bertaubat kepada Allah. Umumnya, bertaubat kepada Allah dilakukan dengan cara memperbanyak membaca istighfar dan berniat tidak mengulangi perbuatan maksiat dan dosa lagi. Namun ada sebagian yang melakukan taubat dengan cara bersedekah. Sebenarnya, bagaimana hukum bersedekah setelah bermaksiat dengan niat taubat? (Baca: Doa Ketika Bersedekah kepada Orang Lain)

Bersedekah setelah melakukan maksiat hukumnya adalah sunnah. Jika kita melakukan perbuatan maksiat dan dosa kepada Allah, selain bertaubat dengan cara memperbanyak membaca istighfar, kita juga dianjurkan bertaubat dengan cara bersedekah kepada orang lain.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Khatib Al-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj berikut;

ويسن التصدق عقب كل معصية قاله الجرجاني ومنه التصدق بدينار او نصفه في وطئ الحائض

Disunnahkan bersedekah setiap selesai melakukan maksiat. Ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Jurjani. Termasuk juga sunnah bersedekah dengan satu dinar dengan separuhnya ketika jimak istri yang sedang haid.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa bersedekah dapat menghapus kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, ketika kita melakukan maksiat dan dosa, maka kita disunnahkan untuk menghapus maksiat dan dosa tersebut dengan cara bersedekah. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Ka’ab bin Ujrah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

والصدقةُ تُطْفِئُ الخطيئة كما يُطْفِئُ الماءُ النارَ

Dan sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.

Selain itu, juga berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdurrahman bin Abdillah bin Ka’ab, dia berkisah;

سَمِعْتُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قُلْتُ فَإِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِي الَّذِي بِخَيْبَرَ

Baca Juga :  Orang Baik dan Orang Jahat Selalu Ada di Tiap Zaman

Aku mendengar Ka’ab bin Malik. Aku berkata; Wahai Rasulullah, sesungguhnya untuk melaksanakan taubatku, aku berkehendak mengeluarkan seluruh hartaku sebagai sedekah di jalan Allah dan Rasul-Nya Saw. Maka Nabi Saw berkata, ‘Simpanlah sebagian hartamu karena itu lebih baik bagimu.’ Aku berkata lagi, ‘Sesungguhnya aku menyimpan hartaku yaitu bagianku yang ada di tanah Khaibar.

Dua hadis ini menjadi dasar kesunnahan bertaubat dengan bersedekah, terutama setelah baru selesai melaksanakan maksiat dan dosa kepada Allah.

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Bersedekah dengan memberikan sesuatu kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas kadang harus menunggu kaya atau kondisi ekonomi stabil. Adalah hal wajar jika seseorang rajin sedekah di saat berada dalam keadaan berlebihan. Namun sebaliknya saat kondisi benar-benar pas-pasan, masih adakah rencana untuk bersedekah? Mungkin kebanyakan orang menjatuhkan pilihan pada mendahulukan kepentingan lainnya daripada bersedekah. (Baca: Hukum Bersedekah Setelah Bermaksiat, Apakah Dosa Diampuni?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here