Hukum Berpuasa Selama Sebulan Penuh di Bulan Rajab

0
1378

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, kewajiban berpuasa selama sebulan penuh hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Selain bulan Ramadhan, berpuasa hanya bersifat anjuran dan hukumnya adalah sunah, termasuk di bulan Rajab. Pada umumnya, kaum Muslimin hanya berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Rajab saja, meskipun ada sebagian yang berpuasa selama sebulan penuh. Sebenarnya, bagaimana hukum berpuasa selama sebulan penuh di bulan Rajab, apakah boleh?

Melakukan puasa penuh selama bulan Rajab, dan juga di bulan-bulan haram lainnya, hukumnya diperbolehkan. Tentu ini diperbolehkan bagi orang yang mampu melakukannya dan tidak menimbulkan bahaya pada dirinya jika berpuasa selama bulan penuh.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dan Ibnu Majah dari al-Bahili, dia berkata;

أَتَيْت رَسُولَ اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم فَقُلْت يا رَسُولَ اللَّهِ أنا الرَّجُلُ الذي أَتَيْتُك عَامَ الْأَوَّلِ قال فما لي أَرَى جِسْمَك نَاحِلًا قال يا رَسُولَ اللَّهِ ما أَكَلْت طَعَامًا بِالنَّهَارِ ما أَكَلْته إلَّا بِاللَّيْلِ قال من أَمَرَك أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَك قُلْت يا رَسُولَ اللَّهِ إنِّي أَقْوَى قال صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمْ من الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ من الحرم وَاتْرُكْ وقال بِأُصْبُعِهِ الثَّلَاثِ يَضُمُّهَا ثُمَّ يُرْسِلُهَا

“Aku mendatangi Rasulullah Saw, kemudian aku berkata, ‘Ya Rasulullah, aku adalah laki-laki yang mendatangimu di tahun yang lalu.’ Rasul menjawab, ‘Aku lihat badanmu semakin kurus.’ Ia menjawab, ‘Ya Rasul, aku tidak makan di siang hari, aku makan hanya di malam hari.’ Rasul berkata, ‘Siapa yang memerintahmu untuk menyiksa dirimu?’ Aku berkata, ‘Ya Rasul sesungguhnya aku kuat (berpuasa).’ Rasul berkata, ‘Berpuasalah di bulan sabar dan tiga hari setelahnya, berpuasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah dari bulan haram, berpuasalah dari bulan haram dan tinggalkanlah darinya.’ Nabi Saw dengan memberi isyarat dengan ketiga jarinya seraya mengumpulkan dan melepaskannya.”

Baca Juga :  Ini Kisah Karamah Wanita yang Istiqamah Membaca Surah Al-Ikhlas di Bulan Rajab

Mengomentari hadis ini, Syaikh Abu Bakar Syatha berkata dalam kitab I’anatut Thalibin sebagai berikut;

وإنما أمر المخاطب بالترك لأنه كان يشق عليه إكثار الصوم، كما جاء التصريح به في الخبر.أما من لا يشق عليه، فصوم جميعها له فضيلة

“Sesungguhnya Nabi Saw menyuruh audiens (sahabat al-Bahili) untuk meninggalkan puasa karena akan membahayakan dirinya jika dia banyak berpuasa, sebagaimana disebutkan dengan jelas dalam hadis di atas. Adapun jika tidak menimbulkan bahaya bagi seseorang, maka baginya berpuasa semuanya (sebulan penuh) merupakan keutamaan.”

Dengan demikian, berpuasa selama bulan penuh di bulan Rajab diperbolehkan bagi orang yang mampu, bahkan termasuk perbuatan yang utama. Adapun jika tidak mampu, maka sebaiknya berpuasa beberapa hari saja sekiranya tidak menimbulkan bahaya bagi dirinya atau mengganggu aktifitas hariannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here