Hukum Berperan Sebagai Non-Muslim dalam Film

1
610

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bersama bahwa di Indonesia banyak orang muslim berperan sebagai non-muslim dalam sebuah film. Tentu, tugas dan peran sebagai non muslim ini menyebabkan mereka melakukan hal-hal yang tabu untuk dikerjakan di mata masyarakat muslim Indonesia, seperti masuk gereja dan lain sebagainya. Sebenarnya, bagaimana hukum orang muslim berperan sebagai non-muslim dalam sebuah film?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai masalah ini, perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa film hanya bercerita dari sebuah kisah tertentu, adakalanya kisah dalam film tersebut diangkat dari kisah nyata dan tak sedikit yang hanya kisah fiktif semata. Karena itu, jika ada seorang muslim berperan sebagai non muslim dalam sebuah film, hal itu tak lebih hanya sekedar ‘hikayah’ atau rekaan cerita semata.

Dalam kitab Al-Takfir; Hukmuhu wa Dhawabithuhu wal Ghuluwwu Fihi disebutkan bahwa jika seorang muslim menceritakan kisah kufur, namun dia tidak meyakini kebenaran kisah tersebut dan dia sekedar menceritakan memerankan semata, maka hal itu tidak menyebabkan dirinya kafir. Berdasarkan ini, jika peran sebagai non muslim dalam sebuah film hanya dimaksudkan untuk ‘hikayah’ skenario cerita semata, maka hal itu tidak masalah.

Pendapat ini didasarkan pada pendapat Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’. Beliau berkata;

لا يصير المسلم كافرا بحكايته الكفر

Seorang muslim tidak akan menjadi kafir hanya sebab mengisahkan kekufuran.

Melalui perkataan ini, Imam Nawawi menegaskan bahwa seorang muslim yang mengisahkan perbuatan kufur atau memerankan diri sebagai non muslim dalam sebuah film atau drama, maka dia tidak menjadi kufur.

Bahkan disebutkan bahwa Ibnu Hajar Al-Haitami mengatakan bahwa boleh seorang muslim mengisahkan kekufuran jika di dalamnya terdapat kemaslahatan. Beliau berkata;

Baca Juga :  Maksud Hadis Agama itu Nasihat

ينبغي أنه حيث كان في حكايته مصلحة جازت

Sepantasanya jika dalam mengisahkan kekufuran ada maslahatnya, maka hal itu boleh.

Dengan demikian, seorang muslim yang berperan sebagai non muslim dalam sebuah film atau drama meskipun memerankan adegan kekufuran namun dia tidak meyakini kebenaran kekufuran tersebut, maka hal itu tidak masalah, apalagi peran tersebut mendatangkan kemaslahatan untuk kerukunan dan keharmonisan umat beragama.

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here