Hukum Berobat dengan Air Hujan

0
1150

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat pesantren, berobat dari suatu penyakit tidak hanya semata pergi ke rumah sakit atau ke dokter. Namun sebagian mereka masih berobat dengan menggunakan air hujan. Mereka berkeyakinan bahwa air hujan bisa dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Sebenarnya, bagaimana hukum berobat dengan menggunakan air hujan ini, apakah boleh?

Dalam Islam, berobat dengan air hujan hukumnya boleh. Bahkan sebagian ulama menganjurkan berobat dengan air hujan, sebagaimana anjuran mandi dan berwudhu dengan air hujan. Hal ini karena selain bisa digunakan bersuci, air hujan juga bisa digunakan obat untuk kesembuhan penyakit tertentu. Ini tak lain karena air hujan mengandung rahmat dan keberkahan yang bisa mengobati penyakit tertentu.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Syura ayat 28, Allah berfirman;

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

Dalam surah Qaf ayat 9, Allah juga berfirman;

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.

Melalui dua ayat ini, Allah mengatakan bahwa air hujan membawa rahmat dan keberkahan yang bermanfaat untuk kehidupan manusia, termasuk bermanfaat untuk dijadikan obat. Bahkan sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mufhim Lima Asykala min Talkhishi Shahihi Muslim, Imam Al-Qurthubi dengan tegas mengatakan bahwa berobat dengan air hujan hukumnya boleh karena air hujan mengandung berkah dan rahmat dari Allah. Beliau berkata;

وهذا منه صلى الله عليه وسلم تبرك بالمطر ، واستشفاء به ؛ لأن الله تعالى قد سماه رحمة  ومباركا ، وطهورا ، وجعله سبب الحياة ، ومبعدا عن العقوبة ، ويستفاد منه احترام المطر ، وترك الاستهانة به

Baca Juga :  Terkait Putusan MK, Ini Petunjuk Hadis Nabi dalam Menyikapi Keputusan Hakim

Praktik dari Nabi Saw ini menunjukkan bentuk tabaruk (ngalap berkah) dengan hujan, dan menjadikannya sebagai obat. Karena Allah menyebut hujan dengan rahmat, mubarak (berkah), dan thahur (alat bersuci). Allah jadikan hujan sebagai sebab kehidupan dan tanda terhindar dari hukuman, yang memberi kesimpulan agar kita menghormati hujan dan tidak menghina hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here