Hukum Berobat dari Penyakit

0
794

BincangSyariah.Com – Berobat dari suatu penyakit merupakan sebuah ikhtiar agar kita cepat sembuh. Meski berobat tidak menjamin kesembuhan, namun sudah terbukti banyak orang yang sembuh dari suatu penyakit karena berobat. Dengan demikian, apakah berobat dari suatu penyakit menjadi wajib?

Di dalam Islam, ketika kita sakit atau terkena penyakit tertentu, kita disunahkan dan sangat dianjurkan untuk berobat agar segera sembuh. Selain berdoa kepada Allah agar diberi kesembuhan, kita perlu berikhtiar dengan cara berobat. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Nihayatul Muhtaj berikut;

ويسن للمريض  التداوي  لحديث  إن الله لم يضع داء إلا وضع له دواء غير الهرم. وروى ابن حبان والحاكم عن ابن مسعود  ما أنزل الله داء إلا وأنزل له دواء ، جهله من جهله وعلمه من علمه

“Disunahkan bagi orang yang sakit untuk berobat. Hal ini berdasarkan hadis, ‘Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali telah menurunkan bagi penyakit tersebut, kecuali penyakit pikun. Ibnu Hibban dan al-Hakim meriwayatkan hadis yang bersumber dari Ibnu Mas’ud, ‘Allah tidak menurunkan penyakit kecuali telah menurunkan obat baginya. Ada yang tidak mengetahui obat tersebut, dan ada yang mengetahuinya.”

Meski demikian, berobat bukan sebuah kewajiban dalam Islam. Artinya, ketika kita sakit atau terkena penyakit, kita tidak diwajibkan untuk berobat. Berobat hanya disunahkan dan jika kita tidak berobat, melainkan bersabar dan tawakkal atas penyakit yang kita derita, maka hal itu diperbolehkan.

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah, dia berkisah;

أن امرأة جاءت إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقالت : يا رسول الله ادع الله أن يشفيني فقال إن شئت دعوت الله فشفاك ، وإن شئت فاصبري ولا حساب عليك ، قالت : أصبر ولا حساب علي

Baca Juga :  Hadis-hadis Keutamaan Mendidik Anak

“Sesungguhnya ada seorang perempuan datang menemui Nabi Saw dan dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar Dia menyembuhkanku.’ Nabi Saw kemudian berkata, ‘Jika kamu suka, aku akan mendoakanmu kepada Allah dan kamu sembuh, dan jika kamu suka, hendaklah kamu bersabar dan tidak ada hisab (hitungan amal) bagimu.’ Perempuan tersebut berkata, ‘Jika demikian akau akan bersabar dan tidak ada hisab bagiku.’”

Berdasarkan hadis ini, para ulama mengatakan bahwa berobat dari suatu penyakit hukumnya hanya sunah, tidak wajib. Bahkan Qadhi Iyadh berkata bahwa ulama telah bersepakat mengenai hukum tidak wajibnya berobat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here