Hukum Berkurban Via Online

2
421

BincangSyariah.Com – Semenjak ditemukannya internet, tidak sedikit transaksi jual beli yang menggunakan jasa online. Bahkan, terdapat peringatan khusus hari belanja online nasional (Harbolnas) yang dikabarkan menyedot transaksi hingga Rp 4 triliun. Tidak hanya yang bersifat komersial, transaksi online yang bersifat sosial pun kita temukan saat ini. Di antaranya adalah kurban.

Badan amil zakat nasional (Baznas) juga ikut andil dalam transaksi kurban via online dengan ketentuan baznas sebagai penyedia hewan, pemotongan, sekaligus pendistribusian daging kurban, kemudian ada dokumentasi yang dilaporkan ke pihak pembeli.

Dalam fikih, transaksi semacam ini diperbolehkan, dengan pertimbangan Baznas sebagai wakil dari pihak yang kurban untuk penyedia hewan, pemotongan, dan pendistribusian. Semisal di Shopee, Baznas menawarkan jasa perwakilan pembelian, pemotongan, sekaligus pendistribusian kambing seharga 2,5 juta dengan berat kira-kira 25 kilogram.

Ketika pembeli klik beli dan mentransfer uangnya, berarti secara otomatis terjadi akad wakalah dan Baznas resmi sebagai wakil pembeli untuk penyedia hewan, niat kurban, pemotongan, dan pendistribusian.

Akad seperti ini sah menurut ulama syafiiyyah, seperti yang termaktub dalam kitab ‘Ianatut Thalibin karya Abi Bakar Syatha berikut ini:

في فتاوي العلامة الشيخ محمد بن سليمان الكردي محشي شرح إبن حجر على المختصر ما نصه: (سئل) رحمه الله تعالى: جرت عادة أهل بلد جاوى على توكيل من يشتري لهم النعم في مكة للعقيقة أو الأضحية ويذبحه في مكة، والحال أن من يعق أو يضحي عنه في بلد جاوى فهل يصح ذلك أو لا؟ أفتونا. (الجواب) نعم، يصح ذلك، ويجوز التوكيل في شراء الأضحية والعقيقة وفي ذبحها، ولو ببلد غير بلد المضحي والعاق

“Syekh Sulaiman Alkurdi pernah ditanya permasalahan yang sudah biasa terjadi di masyarakat Jawa dalam perwakilan pembelian hewan kurban atau akikah sekaligus penyembelihanya di Makkah, sedangkan si pembeli berada di tanah Jawa, apakah sah wakalahnya?  Dijawab beliau sah dan boleh mewakilkan pembelian hewan kurban atau akikah sekaligus penyembelihanya, walaupun di selain daerahnya yang berkurban.”

Baca Juga :  Hukum Berkurban untuk yang Sudah Meninggal

Dalam keterangan lain,  akad wakalah tidak perlu bertatap muka dan menggunakan redaksi tertentu. Tekan klik dalam metode internet saat ini juga sudah termasuk akad yang sah, seperti saat kita membeli melalui aplikasi market place. Hal ini sebagaimana diungkapkan imam Nawawi dalam kitabnya Raudhatut Thalibin berikut:

حيث لا نشترط القبول، تكفي الكتابة والرسالة، ونجعله مأذونا في التصرف

“(Di dalam akad wakalah), tidak disyaratkan ada serah terima, oleh karena itu cukup bagi muwakil mengirimkan bukti berupa tulisan atau surat yang menunjukkan perizinan akad pendistribusian”

Karena itu, penulis menyimpulkan bahwa akad kurban via online merupakan praktik yang dibenarkan dalam fikih mazhab Syafii. Wallahu A’lam

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here