Hukum Berjoget dalam Islam

0
1117

BincangSyariah.Com – Bagi sebagian orang, aktivitqas berjoget menjadi salah satu hiburan yang, murah dan menyenangkan. Misalnya, dengan kemunculan salah satu aplikasi pembuat video yang berasal dari China, Tiktok, aplikasi ini segera menjadi kanal media untuk berekspresi melalui jogetan-jogetan yang unik. Tujuan orang-orang berjoget juga beraneka ragam, ada yang ingin menghilangkan stres atau sebagai hiburan semata. Lantas bagaimana sebenarnya Islam memandang aktivitas berjoget, terutama  umat muslim yang suka berjoget, terutama di depan umum?

Sebelum berbicara status hukum berjoget dalam Islam, berikut ada hadis yang menceritakan tentang kisah Aisyah bersama Rasulullah ketika melihat atau menonton kaum Habasyah berjoget di masjid pada saat hari raya Ied. Kisah tersebut tercantum pada Kitab Shahih Muslim karya Imam Muslim (j. 5),

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: «جَاءَ حَبَشٌ يَزْفِنُونَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فِي الْمَسْجِدِ، فَدَعَانِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَوَضَعْتُ رَأْسِي عَلَى مَنْكِبِهِ، فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَى لَعِبِهِمْ، حَتَّى كُنْتُ أَنَا الَّتِي أَنْصَرِفُ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهِمْ»

Diceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, diceritakan kepada kami Jarir, dari Hisyam, dari bapaknya, dari Aisyah berkata: Datang orang-orang Habasyah menari di masjid pada hari ied. Maka Rasulullah SAW memanggilku. Aku letakkan kepalaku di atas bahu beliau. Dan akupun menonton orang-orang Habasyah sampai aku sendiri yang memutukan untuk tidak ingin melihat lagi. (HR. Muslim).

Dari pemaknaan terhadap hadis tersebut, ada kesan Rasulullah Saw. membiarkan Aisyah menonton tarian atau jogetan kaum Habasyah begitu saja. Seperti diketahui, Kaum Habasyah merupakan masyarakat yang berasal dari wilayah yang dikenal sebagai negara Ethiopia. Waktu kaum muslimin di Mekkah terkena teror dan siksaan orang kafir, Nabi Muhammad memerintahkan kaum muslimin untuk mengungsi ke Habasyah. Karena raja Habasyah, Raja Negus, adalah raja yang begitu ramah dengan kaum muslimin Mekah meskipun mereka beragama Nasrani13

Baca Juga :  Bedah Buku "Tafsir Al-Misbah dalam Sorotan" di UIN Jakarta, Muchlis M. Hanafi: Ada Kekeliruan Mendasar Secara Metodologi dan Substansi

Akan tetapi perlu menelisik lebih lanjut sebenarnya jogetan atau tarian yang seperti apa dan bagaimana yang dilarang oleh Islam. Asy-Syaikh al-Fakih Muhammad bin Shalih Utsaimin memaparkan pada kitab Liqaa Baab al-Maftuh (j. 31),

الرقص مكروه في الأصل؛ ولكن إذا كان على الرقصات الغربية وتقليد الكافرات صار حراماً، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: (مَن تشبه بقوم فهو منهم) مع أنه أحياناً تحصل به فتنة، فقد تكون الراقصةُ امرأةً رشيقةً جميلةً شابَّةً فتفتن النساء، وإن كانت في وسط النساء، فتحصل من النساء أفعالٌ تدل على أنهن افتَتَنَّ بها، وما كان سبباً للفتنة فإنه يُنْهَى عنه

Menari atau berjoget hukum asalnya makruh, hanya saja jika dilakukan dengan cara nyleneh atau meniru orang kafir maka menjadi haram, Rasulullah SAW bersabda: ( barangsiapa melakukan suatu kamu tsb, maka ia termasuk bagian dari mereka) di sisi lain terkadang berjoget juga bisa menyebabkan fitnah, terkadang juga ada seorang penari perempuan langsing, sexi juga cantik dan masih muda, maka mereka dengan demikian itu menjadi fitnah, walaupun seorang tersebut menari di antara perempuan. Maka hal demikian penyebabkan para perempuan bertingah laku menunjukkan bisa saling fitnah sesama perempuan yang lain. Sebab itu, berjoget bisa dilarang.

Karena pada era sekarang, jogetan itu banyak ragamnya, misalnya saja jogetan dengan gerak yoga, senam, balet atau lainnya, dan sering dilakukan oleh banyak orang dengan tujuan kebugaran badan atau sebagainya. Hal tersebut menjadikan sebuah tarian atau jogetan merupakan adat kebiasaan yang boleh saja dilakukan.

Akan tetapi mengaca pada keterangan kitab liqaa Baabil Maftuh, bahwa konteks menari atau berjoget itu bisa menjadi makruh, atau bisa menjadi terlarang jika menyebabkan suatu fitnah. Misalnya, berjoget dengan mengenakan pakaian yang terbuka, menjadikan aurat dilihat oleh banyak orang dan bukan muhrim. Apalagi jika yang berjoget adalah seorang perempuan muda, cantik bahkan menunjukkan keseksian. Hal tersebut dapat menyebabkan jauh dari etika muslimin. Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here