Hukum Berjalan Beberapa Langkah Saat Adzan, Apakah Makruh?

0
15

BincangSyariah.Com – Dalam keadaan tertentu, terkadang ada muadzin yang berjalan beberapa langkah di sela-sela mengumandangkan adzan. Ia lakukan biasanya karena hendak pindah ke tempat yang lebih baik. Sebenarnya, bagaimana hukum berjalan beberapa langkah saat adzan, apakah makruh?

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum berjalan beberapa langkah saat adzan atau berjalan beberapa langkah bagi muadzin di sela-sela mengumandangkan adzan. Menurut kebanyakan para ulama, berjalan saat mengumandangkan adzan, meskipun sedikit dan hanya beberapa langkah saja, hukumnya adalah makruh.

Oleh karena itu, ketika muadzin mengumandangkan adzan, maka dia dianjurkan untuk berdiri tegak, tidak duduk dan juga tidak berjalan meskipun hanya beberapa langkah saja. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Mardawi dalam Kitab Al-Inshaf sebagai berikut:

يستحب أن يؤذن قائما فلو أذن أو أقام قاعدا أو راكبا لغير عذر أو ماشيا جاز ويكره على الصحيح من المذهب

Disunnahkan bagi seseorang untuk mengumandangkan adzan dalam keadaan berdiri. Jika dia adzan atau iqamah dengan cara duduk, atau naik kendaraan tanpa udzur, atau sambil berjalan, maka hukumnya boleh namun makruh, menurut pendapat yang shahih.

Bahkan menurut sebagian ulama, jika muadzin berjalan sampai hitungan yang dianggap banyak, maka adzannya dinilai batal dan dia harus mengulang adzannya dari awal. Ini sebagaimana disebutkan dalam Kitab Al-Mubdi’ fi Syarh Al-Muqni’ berikut;

إن أذن قاعدا أو مشى فيه كثيرا بطل

Jika seseorang adzan dalam keadaan duduk atau adzan dalam keadaan berjalan hingga banyak, maka hukumnya batal.

Sementara menurut sebagian ulama, seperti Imam Al-Asnawi, mengumandangkan adzan sambil berjalan beberapa langkah hukumnya tidak makruh. Oleh karena itu, tidak masalah bagi muadzin mengumandangkan adzan sambil berjalan, apalagi berjalan sedikit dan beberapa langkah saja.

قال الأسنوي: ولا يكره له أيضا ترك الاستقبال ولا المشي لاحتماله في صلاة النفل، ففي الأذان أولى، والإقامة كالأذان فيما ذكر، والأوجه أن كلا منهما يجزي من الماشي

Imam Al-Asnawi berkata: Juga tidak dimakruhkan bagi muadzin tidak menghadap kiblat, juga tidak dimakruhkan berjalan karena hal itu bisa dilakukan saat shalat sunnah, maka saat adzan lebih bisa dilakukan lagi. Iqamah sama seperti adzan dalam hal ini. Menurut pendapat yang kuat, baik adzan dan iqamah sama sah dari orang mengumandangkan sambil berjalan.

Demikian artikel tentang hukum berjalan beberapa langkah saat adzan. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bissawab.

(Baca: Hukum Menjawab Adzan Sambil Berjalan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here