Hukum Berjabat Tangan dengan Non-Muslim

0
1910

BincangSyariah.Com – Saat kita nonton televisi atau media sosial, kita sering melihat tokoh dari kalangan orang Muslim dan non-Muslim berdisikusi, berjabat tangan bahkan berpelukan. Sebagian dari umat Muslim ada yang berpandangan bahwa orang Muslim tidak selayaknya berjabat tangan apalagi berpelukan dengan non-Muslim karena beda agama. Sebenarnya, bagaimana hukum berjabat tangan dengan non-Muslim dalam Islam, apakah tidak diperbolehkan?

Dalam Islam, kita diperintah untuk selalu menunjukkan sikap baik dan ramah terhadap orang lain, termasuk terhadap orang yang berbeda agama. Kita dituntut untuk senantiasa menunjukkan kebaikan-kebaikan Islam dan ajarannya kepada semua orang, tak terkecuali pada non-Muslim.

Oleh karena itu, jika berjabat tangan dengan non-Muslim akan membawa kemaslahatan dan kebaikan hubungan dengan mereka, maka hal tersebut tidak masalah dilakukan bahkan disunahkan. Kita dianjurkan untuk menghormati tokoh-tokoh dari agama lain jika hal tersebut membawa kebaikan pada kehidupan bersama. Kita juga boleh mengucapkan salam, berjabat tangan bahkan berpelukan dengan mereka jika hal tersebut dibutuhkan demi menunjukkan kebaikan Islam.

Sebaliknya, kita dilarang untuk tidak hormat kepada mereka, menganggap mereka sebagai lawan yang pantas dijauhi karena beda agama dan keyakinan, atau enggan berjabat tangan dan berpelukan dengan mereka. Padahal jika sikap tersebut yang kita tunjukkan, maka akan membawa mafsadah atau kerusakan hubungan baik dengan mereka. Islam melarang sikap-sikap demikian karena akan menyebabkan mereka beranggapan bahwa Islam adalah agama yang tidak ramah, tidak suka persaudaraan, dan lain sebagainya.

Masalah ini telah dibahas oleh Abu Sa’id Muhammad al-Khadimi dalam kitabnya al-Bariqah al-Mahmudiyah berikut;

وأنا أقول فيه أيضا استحباب تعظيم المعظم عند الناس ولو كافرا إن تضمن مصلحة وفيه أيضا إيماء إلى طريق الرفق والمداراة لأجل المصلحة وفيه أيضا جواز السلام على الكافر عند الاحتياج كما نقل عن التجنيس من جوازه حينئذ لأنه إذا ليس للتوقير بل للمصلحة ولإشعارمحاسن الإسلام من التودد والائتلاف

Baca Juga :  Ini Dua Penyakit Lisan yang Jarang Disadari Orang

“Saya berkata, ‘Dalam masalah ini juga adalah kesunahan menghormati tokoh yang dihormati oleh masyarakat, meskipun non-Muslim jika berdampak pada kemaslahatan. Juga harus condong pada sikap lemah lembut dan solidaritas demi terciptanya kemaslahatan. Juga boleh mengucapkan salam pada non-Muslim saat dibutuhkan, sebagaimana dinukil mengenai kebolehan naturalisasi jika dibutuhkan. Hal itu dilakukan bukan untuk mengagungkan mereka, tapi untuk kemaslahatan dan menunjukkan kebaikan-kebaikan Islam, kasih sayang dan rasa persaudaraannya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here