Hukum Berharap Meninggal di Tanah Suci

0
449

BincangSyariah.Com – Kebanyakan jemaah haji berharap agar dirinya selamat lahir batin saat melaksanakan ibadah haji hingga dirinya pulang ke rumahnya. Namun juga tak sedikit jemaah haji yang berharap meninggal di tanah suci, Mekkah dan Madinah, saat melaksanakan ibadah haji. Bagaimana hukum berharap meninggal di tanah suci?

Berdoa dan berharap meninggal di tanah suci, Mekkah atau Madinah, karena mengharapkan keutamaan kedua tempat tersebut termasuk perkara yang diperbolehkan. Bahkan dalam kitab Al-Azkar, Imam Nawawi membuat bab khusus mengenai kesunahan berdoa kepada Allah agar diwafatkan di tempat mulia, seperti di tanah suci. Beliau berkata;

باب استحباب دعاء الانسان بان يكون موته في البلد الشريف

Bab kesunahan berdoa bagi seseorang agar meninggalnya di tempat mulia.

Dalam kitab Al-Majmu, beliau menganjurkan dengan tegas tentang kesunahan berharap kematian di tempat yang mulia ini. Beliau berkata;

يستحب طلب الموت في بلد شريف

Disunahkan meminta kematian di tanah yang mulia.

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj, Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan perkataan Imam Nawawi ini sebagai berikut;

وفي المجموع يسن تمنيه ببلد شريف أي مكة أو المدينة أو بيت المقدس وينبغي أن يلحق بها محال الصالحين

Disebutkan dalam kitab Al-Majmu, disunnahkan mengharap kematian di tempat mulia, yaitu Mekkah, Madinah dan Baitul Maqdis. Sepantasnya disamakan dengan tiga tempat tersebut adalah tempatnya orang-orang shaleh.

Di antara sahabat yang berdoa dan berharap meninggal di tanah suci Madinah adalah Sayidina Umar. Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, dari Sayidah Hafshah, dia berkata;

قَالَ عمر رضى الله عنه اللهم ارزقتى شَهَادَةً فِي سَبِيلِك وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِك صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Sayidina Umar berkata; ‘Ya Allah, berikanlah aku anugrah mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di tanah Rasul-Mu shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

Imam Al-Bahuti dalam kitab Kasyful Qana’ menyebutkan bahwa Sayidina Umar bukan hanya berdoa dan berharap meninggal di Madinah, tapi juga beliau meminta kepada Aisyah agar dikuburkan bersama Rasulullah dan Sayidina Abu Bakar. Akhirnya, Sayidah Aisyah mengizinkan.

يستحب أيضا الدفن في ( ما كثر فيه الصالحون ) لتناله بركتهم ، ولذلك التمس عمر الدفن عند صاحبيه ، وسأل عائشة حتى أذنت له

Baca Juga :  Baca Doa Ini agar Bisa Meninggal Di Tanah Suci

Disunnahkan agar dikuburkan di tempat yang banyak orang-orang saleh agar mendapatkan keberkahan mereka. Oleh karena itu, Umar bin Khattab meminta agar dikuburkan bersama dua sahabatnya, ia meminta kepada Aisyah kemudian Aisyah mengizinkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here