Hukum Berdiri saat Membaca Maulid Al Barzanji

0
786

BincangSyariah.Com – Di antara kitab yang selalu dibaca saat memperingati Maulid Nabi saw. adalah kitab yang dikenal dengan Maulid Al Barzanji. Kitab ini berupa syair dan prosa yang berisi riwayat, salawat, dan puji-pujian kepada Baginda Nabi saw. Kitab ini sangat populer di kalangan umat Muslim. Pada momentum puncak pembacaan maulid, yakni pada pembacaan syair “Asyraqal”, para peserta maulid dianjurkan untuk berdiri. Bagaimana hukum berdiri saat membaca Maulid Al Barzanji?

Berdiri saat membaca Maulid Al Barzanji termasuk perbuatan yang sangat dinilai baik oleh para ulama. Berdiri setiap membaca Maulid Al Barzanji merupakan tradisi para ulama dan kaum Muslim sejak dahulu hingga sekarang. Untuk menghormati dan mengagungkan Nabi saw. yang sedang diperingati, maka mereka terdorong untuk berdiri sebagai bentuk takzim dan penghormatan.

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakr Syatha mengatakan dengan jelas bahwa berdiri saat memperingati Maulid Nabi saw. termasuk mustahsan atau perbuatan yang sangat baik. Beliau berkata;

جرت العادة أن الناس إذا سمعوا ذكر وضعه صلى الله عليه وسلم يقومون تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام مستحسن لما فيه من تعظيم النبي صلى الله عليه وسلم ، وقد فعل ذلك كثير من علماء الامة الذين يقتدى بهم

“Sudah menjadi tradisi bahwa ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad saw. disebut-sebut, orang-orang akan berdiri sebagai bentuk penghormatan bagi Nabi saw. Berdiri seperti itu merupakan perbuatan yang sangat baik (mustahsan) sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi saw. Banyak ulama panutan umat yang sudah melakukan hal itu (berdiri).”

Selain itu, dalam Islam terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menghormati orang yang dihormati. Misalnya, berdiri untuk menghormati seorang ulama. Jika berdiri untuk menghormati seorang ulama dianjurkan, maka tentu berdiri untuk menghormati Nabi saw lebih sangat dianjurkan lagi. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Sa’id Alkhudri, dia berkata;

Baca Juga :  Baju Terbuat dari Kulit Bangkai, Boleh Digunakan Salat?

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْأَنْصَارِ: قُوْمُوْا إلَى سَيِّدِكُمْ أوْ خَيْرِكُمْ

“Rasulullah saw. berkata kepada para sahabat Anshar, Berdirilah kalian untuk tuan kalian atau orang yang paling baik di antara kalian.’”

Dalam kitab Al-Bayan wat Ta’rif fi Dzikri Maulidin Nabawi, Sayyid Muhammad bin Alawi AlMaliki menyatakan bahwa Imam Al Barzanji di dalam kitab maulidnya yang berbentuk prosa mengatakan, ‘Sebagian para imam hadis yang mulia itu menganggap baik (istihsan) berdiri ketika disebutkan sejarah Nabi saw. Betapa beruntung orang-orang yang mengagungkan Nabi saw dan menjadikan hal itu sebagai puncak tujuan hidupnya.’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here