Bolehkah Laki-laki Bercelak? Apakah Masuk Kategori Menyerupai Wanita?

0
1395

BincangSyariah.Com –  Meski pada umumnya yang memakai celak adalah kaum perempuan, namun tidak sedikit dari kaum laki-laki yang juga memaki celak. Bercelak termasuk bagian dari berhias diri untuk memperindah mata. Sebenarnya, bagaimana hukum bercelak bagi laki-laki dalam Islam?

Meski bercelak lebih banyak dilakukan oleh perempuan dan lebih identik pada mereka, namun tidak ada larangan bercelak bagi laki-laki dalam Islam. Bercelak tidak termasuk perbuatan tasyabbuh bin nisa’ atau menyerupai perempuan dalam berhias.

Bahkan di dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw sering bercelak, terutama setiap hendak menjelang tidur. Ini salah satunya disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad, dari Abdullah bin Abbas, dia berkata;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْتَحِلُ بِالْإِثْمِدِ كُلَّ لَيْلَةٍ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ وَكَانَ يَكْتَحِلُ فِي كُلِّ عَيْنٍ ثَلَاثَةَ أَمْيَالٍ

Sesungguhnya Nabi  Saw bercelak dengan istmid (batu hitam yang biasa digunakan untuk bercelak), setiap malam tetkala menjelang tidur, dan beliau bercelak tiga kali pada setiap matanya.

Selain itu, Nabi Saw memerintahkan kepada para sahabat untuk senantiasa bercelak karena hal itu bisa menyebabkan penglihatan menjadi jernih, dan bisa menumbuhkan bulu mata. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

اكْتَحِلُوا بِالإِثْمِدِ فَإِنَّهُ يَجْلُو البَصَرَ وينبت الشعر

Bercelaklah kalian dengan itsmid, karena  hal itu dapat menjernihkan pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.

Melalui hadis terakhir ini, ulama Syafiiyah berpendapat bahwa bercelak dengan batu celak itsmid adalah sunnah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasysyaful Qina’ ‘an Matnil Iqna’ berikut;

وهذا من أدلة الشافعية على ندب الاكتحال بالأثمد

Hadis ini menjadi bagian dari dalil yang digunakan ulama Syafiiyah atas kesunnahan bercelak dengan batu itsmid.

Baca Juga :  Doa Ketika Hendak Bercelak

Tentunya kesunnahan bercelak ini berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan. Sehingga jika laki-laki bercelak tidak dianggap sebagai tasyabbuh bin nisa’ atau menyerupai perempuan dalam berhias. Meskipun saat ini bercelak lebih identik pada perempuan. Wallahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here