Hukum Berbohong untuk Mendamaikan Dua Golongan

0
718

BincangSyariah.Com – Perselisihan pasti pernah hinggap pada manusia yang hidup secara komuniti. Perselisihan dalam dunia percintaan, persahabatan, hingga politik acap kali sering terjadi. Walaupun perselisihan kerap terjadi adalah sebuah kewajaran, namun jika dibiarkan begitu saja akan memiliki efek samping yang terus berkepanangan. Sebab itulah dibutukan seseorang yang bisa mendamaikan diantara keduanya. Islam mengajarkan entang etika dalam emnyelesaikan suatu perkara dengan cara yang lembut dan santun.

Dengan demikian, bolehkah berbohong untuk mendamaikan dua golongan tersebut? Jika hukum asal berbohong adalah haram, jika menimbulkan kerugian bangi banyak orang. Namun berbohong untuk hal mendatangkan perdamaian adalah diperbolehkan. Atau bahkan bisa saja wajib berbeohong jika untuk membela nyawa seseorang yang dianiaya. Sebab itulah, dalam konteks mendamaikan dua golongan ynag sedang berselisih adalah diperbolehkan. Sabda Nabi sebagai berikut:

وقال صلى الله عليه وسلم لم يكذب من نمى بين اثنين ليصلح وفي رواية ليس با الكاذب من أصلح بين الناس فقال خيرا او نمى خيرا

Rasulullah bersabda: Bukn berdusta orang yang menyampaikan berita bohong untuk mengadakan perdamaian di anatara dua golongan. Dalam satu riwayat lain, bukan pendusta orang yang mendamaikan antara dua golongan, baik ia berkata benar, atau menyampaikan kebaikan

Tentunya keterangan tersebut tidak bersebrangan dengan ajaran dalam Al Qur’an. Semisal disebutkan dalam surat Al Anfal bahwa memperbaiki hubungan sesama manusia adalah perihal yang dianjurkan oleh Allah. jika jalan keluarnya hanya bisa dengan memanipulasi keadaaan (berbohong), maka berbohong yang seperti itulah yang diperbolehkan oleh agama. Tersurat dalam QS Al Anfal ayat 1:

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْۖ

Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu

Baca Juga :  Kisah Istri Ahli Ibadah yang Hampir Berzina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here