Hukum Asal Pinjam Meminjam dalam Islam

1
20

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih, akad pinjam meminjam disebut dengan ‘ariyah atau i’arah. Peminjam disebut dengan musta’ir, pemberi pinjaman disebut mu’ir, sementara barang pinjaman disebut mu’ar atau musta’arah. Menurut para ulama, hukum asal pinjam meminjam atau ‘ariyah adalah mustahab, atau dianjurkan.

Memberikan barang pinjaman kepada orang lain termasuk perbuatan terpuji dalam Islam. Seseorang selalu dituntut untuk senantiasa memberikan manfaat kepada orang lain, di antaranya dengan memberikan barang pinjaman yang sedang dibutuhkan oleh orang lain.

Terdapat beberapa dalil yang dijadikan dasar oleh para ulama mengenai kesunnahan ‘ariyah ini. Di antaranya adalah surah Al-Maidah ayat 2 berikut;

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Ayat ini dijadikan dasar oleh para ulama mengenai anjuran memberikan pinjaman kepada orang lain. Hal ini karena dengan memberikan pinjaman kepada orang lain, maka kita sudah menolong dan membantu memenuhi kebutuhan mereka. Sementara menolong orang lain, di antaranya dengan memberikan pinjaman, termasuk perbuatan yang bernilai takwa dan akan mendapatkan pahala di sisi Allah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mulakhkhas Al-Fiqhi berikut;

وبذل العارية للمحتاج إليها قربة ينال بها المعير ثوابا جزيلاً ؛ لأنها تدخل في عموم التعاون على البر والتقوى

Dan memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan termasuk ibadah yang pelakunya akan mendapatkan pahala yang banyak. Hal ini karena memberikan pinjaman termasuk bagian saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili mengatakan sebagai berikut;

والإعارة قربة مندوبة إليها، لقوله تعالى: وتعاونوا على البر والتقوى

Pinjam meminjam merupakan ibadah yang dianjurkan. Ini berdasarkan firman Allah; Hendaklah kalian tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Juga surah Al-Ma’un ayat 7 berikut;

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Dan mereka enggan (menolong dengan) barang yang berguna.

Menurut sebagian ulama, di antara orang yang celaka, selain orang yang lalai dalam shalat dan orang yang riya’, adalah orang yang enggan membantu orang lain dengan meminjamkan barang yang berguna yang mereka miliki. Karena itu, memberikan pinjaman kepada orang lain yang membutuhkan sangat dianjurkan agar tidak termasuk bagian orang-orang yang celaka kalak di akhirat.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here