Hukum Anak Tiri Menikahi Ibu Tiri, Apakah Boleh?

2
1325

BincangSyariah.Com – Gambaran mudah mengenai pernikahan antara anak tiri dan ibu tirinya adalah sebagai berikut; Ahmad memiliki anak laki-laki bernama Zaky dengan istri sebelumnya. Kemudian Ahmad menikah dengan Khadijah. Karena Ahmad sudah berpisah dengan Khadijah, baik karena bercerai atau karena Ahmad meninggal, kemudian Zaky menikahi Khadijah yang merupakan mantan istri ayahnya. (Baca: Hukum Ayah Tiri Menikahi Anak Tirinya, Apakah Boleh?)

Anak tiri menikahi ibu tirinya, sebagaimana gambaran di atas, tidak diperbolehkan dalam Islam. Anak sama sekali tidak boleh menikahi mantan istri ayahnya, baik ayahnya sudah bersetubuh dengan mantan istrinya tersebut maupun belum bersetubuh.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Muhammad Al-Khathib Al-Syarbini dalam kitab Al-Iqna’ berikut;

ـ (و) تحرم (زَوْجَة الْأَب) وَهُوَ من ولدك بِوَاسِطَة أَو غَيرهَا أَبَا أَو جدا من مَا نكح آباؤكم من النِّسَاء إِلَّا مَا قد سلف

Dan haram menikahi istrinya ayah, (ayah) yaitu orang yang melahirkanmu dengan perantaraan ataupun tanpa perantaraan baik berupa ayah kandung ataupun kakek, yaitu perempuan-perempuan yang telah dinikahi ayah-ayahmu, kecuali apa yang telah terjadi di masa lalu.

Bahkan menurut para ulama, anak tidak hanya haram menikahi mantan istri ayahnya, namun juga haram menikahi mantan istri kakeknya, baik kakek dari jalur ayah maupun kakek dari jalur, baik sudah bersetubuh dengan istrinya maupun belum bersetubuh.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;

زوجة الاصل : وهو الاب وان علا سواء اكان من العصبات كأب الاب ام من ذوي الارحام كأبي الام وبمجرد عقد الاب عليها عقدا صحيحا تصبح محرمة على فرعه وان لم يدخل بها لقوله تعالى : وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا

Baca Juga :  Mengenal Nikah Syubhat, Bolehkah?

Artinya:

Haram menikahi isri orang tua, yaitu ayah dan seterusnya, baik dari jalur ashabah seperti ayahnya ayah (kakek dari jalur ayah) maupun dari jalur dzawil arham seperti ayahnya ibu (kakek dari jalur ibu).

Berdasarkan hanya akadnya ayah dengan seorang perempuan, dengan akad nikah yang sah, maka perempuan tersebut menjadi mahram pada anak-anaknya, meskipun si ayah tidak pernah berhubungan badan dengan perempuan tersebut.

Ini berdasarkan firman Allah; Dan janganlah kalian menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh bapak-bapak kalian kecuali yang telah berlalu. Sesungguhnya hal itu sangat keji dan dibenci oleh Allah dan seburuk-buruk jalan.

2 KOMENTAR

  1. […] Termasuk perkara yang banyak dipertanyakan di tengah masyarakat adalah hak waris anak tiri dari ayah tirinya. Jika ada seorang laki-laki menikah dengan seorang janda yang telah mempunyai anak dengan suami sebelumnya, kemudian pada saat laki-laki tersebut meninggal, apakah anak tirinya atau anak bawaan istrinya berhak mendapatkan warisan darinya? (Baca: Hukum Anak Tiri Menikahi Ibu Tiri, Apakah Boleh?) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Memang sangat tepat apabila dikatakan bahwa menikahi mahram senasab merupakan hal yang telah dilarang dalam syariat Islam. Larangan menikahi mahram senasab ini disebutkan dalam surah An-Nisa’ [4] ayat 23. Oleh karenanya, aturan tersebut tentu tidak bisa ditawar lagi oleh siapa pun. (Baca: Hukum Anak Tiri Menikahi Ibu Tiri, Apakah Boleh?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here