Hukum Alih Fungsi Tanah Wakaf

0
97

BincangSyariah.Com – Pengalihan fungsi tanah wakaf kerap sering terjadi akhir-akhir ini. Misalnya untuk kepentingan umum seperti pembuatan jalan tol, terkadang pemerintah harus mengakuisisi tanah wakaf. Yang semula tanah tersebut diperuntukkan untuk tanah wakaf bangunan masjid, terpaksa statusnya dirubah menjadi tanah milik pemerintah untuk pembuatan jalan. Sebenarnya, bagaimana hukum alih fungsi tanah wakaf, apakah boleh?

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa alih fungsi wakaf, seperti tanah dan lainnya, disebut dengan taghyirul waqfi. Menurut kebanyakan ulama Syafiiyah, mengalihkan fungsi wakaf, seperti tanah untuk pesantren dialihkan untuk jalan, hukumnya tidak boleh. Hal ini karena pengalihan fungsi wakaf tersebut menyalahi ketetapan dan tujuan waqif ketika mewakafkan tanah tersebut.

Sementara ketetapan dan tujuan waqif saat mewakafkan bersifat mengikat dan harus dipatuhi selamanya. Barang wakaf, seperti tanah dan lainnya, tidak boleh dialihkan fungsinya kecuali waqif mengizinkan. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Raudhatut Thalibin berikut;

لاَ يَجُوْزُ تَغْيِيْرُ اْلوَقْفِ عَنْ هَيْئَتِهِ فَلاَ تُجْعَلُ الدَّارُ بُسْتَاناً وَلاَ حَمَّاماً وَلاَ بِاْلعَكْسِ إِلاَّ إِذَا جَعَلَ اْلوَاقِفُ إِلىَ النَّاظِرِ مَا يَرَى فِيْهِ مَصْلَحَةً لِلْوَقْفِ

Tidak boleh merubah wakaf dari bentuk awalnya. Maka tidak boleh menjadikan rumah wakaf sebagai kebun atau kamar mandi, dan sebaliknya juga tidak boleh, kecuali waqif mengizinkan pada pihak pengelola karena ada kemaslahatan.

Larangan mengalihkan fungsi wakaf ini berlaku dalam kondisi normal. Sementara dalam kondisi darurat dan terpaksa, maka mengalihkan fungsi wakaf dibolehkan. Oleh karena itu, jika tanah wakaf untuk pesantren terpaksa harus dialihkan untuk pembuatan jalan demi kepentingan umum, maka hal itu dibolehkan.

Bahkan menurut ulama Hanafiyah, mengalihkan fungsi wakaf dibolehkan selama hal itu dilakukan karena pertimbangan kemaslahatan dan kebaikan bersama. Misalnya, merubah tanah wakaf untuk pembangunan pesantren dialihkan untuk jalan. Jika itu dilakukan karena pertimbangan kemaslahatan, maka boleh menurut ulama Hanabilah. Begitu juga boleh menurut ulama Syafiiyah jika hal itu dilakukan dalam kondisi darurat dan terpaksa.

Baca Juga :  Amal Saleh Ditentukan Bukan karena Keturunan

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Inshaf berikut;

قال الشيخ تقي الدين رحمه الله: جوز جمهور العلماء تغيير صورته لمصلحة

Syaikh Taqiyuddin berkata; Kebanyakan ulama membolehkan mengubah bentuk wakaf dengan pertimbangan kemaslahatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here