Hukum Akikah dengan Uang Pinjaman

1
6

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketika ada anak baru lahir, maka dianjurkan bagi orangtuanya untuk mengakikahi anak tersebut ketika berumur tujuh hari. Karena itu, hampir sebagian besar kaum muslimin berusaha semaksimal mungkin untuk mengakikahi anaknya yang baru lahir, meski terkadang dengan cara berhutang atau meminjam uang. Sebenarnya, bagaimana hukum akikah dengan uang pinjaman, apakah boleh?

Menurut para ulama, hukum akikah adalah sunnah muakkad, atau sangat dianjurkan, terutama bagi orang yang memiliki kemampuan untuk melakukannya. Bagi seseorang yang memiliki anak yang baru lahir, maka dianjurkan baginya untuk mengakikahi anak tersebut saat ia berumur tujuh hari.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Nasai, dari Samurah bin Jundub, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Semua anak bayi tergadaikan dengan akikahnya, maka hendaknya pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.

Bahkan menurut Imam Ahmad, akikah tetap dianjurkan meski dengan cara berhutang dan meminjam uang kepada orang lain. Selama seseorang mampu untuk membayarnya, maka dia boleh meminjam uang kepada orang lain dalam rangka untuk mengakikahi anaknya yang baru lahir.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut;

والعقيقة أفضل من الصدقة بقيمتها نص عليه أحمد وقال إذا لم يكن عنده ما يعق فاستقرض رجوت ان يخلف الله عليه احياء سنة قال ابن المنذر صدق أحمد أحياء السنن واتباعها أفضل

Akikah lebih utama dibanding bersedekah seharga kambing akikah. Ini sebagaimana telah dikatakan oleh Imam Ahmad. Beliau juga berkata bahwa jika seseorang tidak memiliki harta untuk berakikah, lalu dia meminjam, maka aku berharap agar Allah menggantinya, ini karena dia telah menghidupkan sunnah. Ibnu Al-Mundzir berkata; Imam Ahmad benar dalam rangka menghidupkan sunnah dan mengikuti sunnah adalah lebih utama.

Dengan demikian, melalui penjelasan di atas dapat diketahui bahwa akikah dengan uang pinjaman hukumnya boleh. Bahkan bagi seseorang yang mampu untuk membayarnya, maka lebih baik baginya berhutang dalam rangka melakukan akikah dengan tujuan untuk menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here