Hikmah Puasa Hanyalah Bonus, Tidak Perlu Dikejar

0
352

BincangSyariah.Com – Ibadah-ibadah yang diperintahkan oleh Allah swt. pasti ada hikmahnya, baik diketahui oleh manusia maupun masih tersembunyi. Begitu pula dengan ibadah puasa. Disebutkan bahwa ibadah puasa itu dapat melangsingkan tubuh, menyehatkan badan, membuat awet muda, mempercantik wajah, dan lain sebagainya. Lalu, bolehkah mengejar hikmah puasa tersebut ketika menjalaninya.

KH. Ali Mustafa Ya’qub (almarhum), salah satu pakar hadis Indonesia di dalam bukunya Islam Masa Kini menyebutkan bahwa tidak dibenarkan menurut ajaran agama manusia yang menjalankan kewajiban itu karena didorong oleh motivasi mengejar hikmah.

Lebih lanjut, beliau berkata, “Sekali lagi bagi seorang muslim janganlah terkecoh dengan hikmah-hikmah itu, sehingga ia mau berpuasa karena adanya hikmah-hikmah itu. Seorang muslim yang baik akan berprinsip, bahwa ia tetap akan menjalankan ibadah puasa itu sebagai suatu kewajibannya kepada Allah, terlepas apakah ada hikmah-hikmah seperti itu atau tidak. Bila ia mendapatkan hikmah itu, ia bersyukur. Bila ia tidak mendapatkan hikmah itu, ia juga bersyukur karena dapat menjalankan kewajiban kepada Allah. Karenanya upaya mengungkapkan hikmah-hikmah puasa itu harus dibarengi kewaspadaan, jangan sampai adanya hikmah-hikmah itu justru membelokkan niat dan motivasi kita dalam berpuasa, dari ikhlas menjalankan perintah Allah swt. menjadi mengejar hikmah-hikmah itu.”

Jadi, hikmah-hikmah puasa yang ada pada ibadah puasa itu hendaknya tidak perlu dikejar dan dijadikan motivasi untuk berpuasa. Tetapi, hikmah-hikmah itu adalah bonus saja, yang jika memang benar-benar dirasakan manfaatnya, maka kita syukuri. Karena hal yang paling penting bagi kita adalah menjalankan dengan ikhlas ibadah puasa yang telah diwajibkan oleh Allah swt. tanpa ada niatan embel-embel yang lainnya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here