Hikmah Pagi: Zikir pada Allah Lebih Baik Dari Dunia dan Seisinya

0
1321

BincangSyariah.Com – Setiap pagi fajar terbit, marilah kita isi kedua mata kita dan hati kita dengan tilawah pagi, mendengarkan baik-baik panggilan sholat, di mana saat itu alam semesta semua bertasbih kepada pencipta-Nya, sebagaimana firmannya:

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ

“Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya” (QS. Al-Isra’: 44).

Berusaha mengingat Allah di waktu subuh ketika saat berada dirumah, atau lagi di dalam mobil yang akan berangkat ketempat kerja. Hati berusaha mengingat Allah, dengan mendengarkan audio-audio zikir baik pagi maupun petang, maka jiwa akan mendapatkan ketenangan dan penuh kecintaan kepada Allah, akan merasakan diawasi oleh Allah dan merasa Allah bersama kita di setiap tempat. Ada sebuah syair yang sangat indah,

وَإِذَا القُلُوْبُ خَلَّتْ مِنْ ذِكْرِ خَالِقِهَا ** فَهِيَ الصَّخُوْرُ تَسْكُنُ الأبدَانَا

Jika hati sunyi dari mengingat penciptanya ** maka ia bagaikan batu yang keras yang hinggap ditubuhnya.

Rasulullah Shallahu ‘Alihi Wasallm bersabda, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya adalah seperti perumpamaan antara orang yang hidup dan yang mati”, (H.R. Imam Muslim dalam al-Jam’u Baina Shohihain, H. 1/179).

‘Ubaid bin ‘Umair berkata: “Tasbih dan Tahmid kepada Allah dalam catatan seorang mukmin itu lebih baik dari pada berjalan atau mengalir bersamanya gunung gunung dunia menjadi emas”. (Lihat: Sahirul Layali Fi Riyadlil Jannah, H. 174-175).

Mari bersama-sama kita berzikir dari pada termenung, berfikir negatif atau komentar-komentar yang tidak perlu minimal membaca tasbih “Subhanallah”.

Semoga Allah menjaga kita dan menjadikan kita golongan orang-orang yang senantiasa mengingat-Nya Aamien Allahumma Aamiin.

Baca Juga :  Tidak Mengamalkan Hadis Ahad Yang Shahih Karena Bertentangan dengan Prinsip Dasar Syariat, Mungkinkah.?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here