Hikmah Pagi: Surga Menanti Kita Semua

0
819

BincangSyariah.Com – Mengingat surga-Nya bisa menghidupkan hati yang mati, melupakan surga dapat mematikan hati. Bagimanapun keadaan kita, atau apa yang terpikirkan dalam pikiran kita, maka sesungguhnya surga itu lebih tinggi dan lebih sempurna dari apa yang kita bayangkan. Allah berfirman,

فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Seorang pun tak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (beraneka ragam kenikmatan) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S: As-Sajadah: 17).

Dalam hadis qudsi dikatakan,

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Kami sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah terlintas oleh hati manusia. (H.R. An-Nasa’i, Jilid: 6/317).

Walaupun sesungguhnya, keindahan dan kenikmatan surga itu melebihi apa yang pernah didengar telinga, dilihat mata, dan dibayangkan oleh manusia.

Rasulullah saw pernah bersabda terkait dengan gambaran atau sifat penduduk surga,

“Sesungguhnya orang yang pertama kali masuk surga dalam keadaan laksana bulan di malam purnama. Dan orang yang setelah mereka laksana bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Mereka tidak akan buang air kecil, juga tidak buang air besar, tidak beringus, tidak juga meludah. Sisir mereka terbuat dari emas. Keringat mereka wanginya bagaikan ‘misk’. Tempat ‘bukhur’ (pewangi ruangan dan tubuh) mereka adalah batang kayu ‘gaharu’. Istri-istri mereka para ‘bidadari’. Bentuk tubuh mereka semuanya sama, yaitu seperti bentuk tubuh ayah mereka, Adam.” (H.R. Bukhari Muslim dalam Jami’ Shohihain, Jilid: 3/127).

Dalam hadis yang lain juga disebutkan,

Baca Juga :  Kajian Rumahan; Benarkah Tidak Perlu Belajar Ilmu Dunia, Karena Semua Telah Tercakup dalam al-Qur'an?

Sesungguhnya di dalam surga ada kamar – kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luar terlihat dari dalam, lantas ada orang badui berdiri sambil bertanya, “untuk siapa kamar itu di peruntukan ya rasulullah? Nabi menjawab, “untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan yang tidak mampu dan orang yang senantiasa puasa serta orang yang sholat malam disaat orang lain terlelap tidur”. (H.R. at-Tirmidzi dalam sunannya, Jilid: 4/673)

Di antara doa Rasulullah memohon melihat Zat Allah pada hari Kiamat kelak,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ

Ya Allah, Saya mohon kepada-Mu kenikmatan memandang Zat-Mu (di surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. (H.R. An-Nasa’i dalam sunannya, Jilid: 1/388).

Semoga Allah memasukkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah maupun tidak di surga-Nya dan semoga kelak kita ditempatkan di tempat yang paling indah. Amiin Allahumma Amiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here