Hikmah Pagi: Rumah di Surga

0
154

BincangSyariah.Com – Suatu hari ada seorang sahabat datang ke rumah Abu Dzar al-Ghifari (W. 32 H). Sahabat tersebut melihat setiap sudut rumah. Ia tidak menemukan apa-apa di sana. Kemudian ia bertanya kepada Abu Dzar, “wahai Abu Dzar, di mana kau menyimpan barang-barangmu?”

Jawab Abu Dzar, “kami mempunyai rumah yang lain (nanti di akhirat in sya Allah), barang-barang kami yang paling bagus telah kami kirimkan ke sana.”

Orang tersebut memahami maksud Abu Dzar, namun ia membalas, “tapi bukankah engkau memerlukan juga barang-barang itu di rumah ini?”

Abu Dzar menjawab, “tapi yang punya rumah (Allah), tidak membolehkan kami tinggal di sini (di dunia) selama-lamanya,” jawab Abu Dzar. Bukankah Allah SWT telah berfirman:

“Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal,” (QS. al-Mu’min: 39).

Selanjutnya Abu Dzar berkata “Apa urusan saya dengan dunia? Perumpamaan diriku dengan dunia tidak lain seperti orang yang berkendara di suatu hari di musim panas, lalu ia berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian ia pergi dan meninggalkannya.” (H.R. Imam at-Tirmidzi dalam as-Sunan (j. 3/125).

Baca Juga :  Sistem Perwakilan dalam Pilkada 2020 di Era Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here