Hikmah Pagi: Orang Miskin di Dunia

0
1297

BincangSyariah.Com – Salah seorang mengatakan: orang miskin di dunia adalah mereka yang keluar dari dunia dan tidak mendapatkan apa yang nikmat di dalamnya?

Lalu ia ditanya, “apa yang sangat enak di dalam dunia?”
Ia menjawab: “mencintai Allah, mengetahui-Nya, dan selalu mengingat-Nya.”

Umar bin Khatab mengatakan: “kalaulah bukan tiga hal di dunia ini aku tidak ingin berada di dalamnya.”

Pada suatu ketika, Raja Harun al-Rasyid (W. I93 H) mengundang Ibn as-Sammak ke istananya untuk memberikan satu nasihat kepadanya.

Selesai Harun al-Rasyid berkata, datang seorang pelayan membawa dua gelas minuman untuk Harun al-Rasyid dan tamunya. Lalu, Harun al-Rasyid mempersilahkan kepada Ibn as-Sammak meminumnya.

“Tunggu, wahai Amirul Mukminin. Demi Tuhan Penguasa Alam Semesta, aku berharap engkau sudi menjawab pertanyaan kami dengan jujur. Seandainya engkau dahaga, tetapi segelas air ini tidak dapat engkau minum, berapa harga yang bersedia engkau bayar untuk melepaskan dahagamu?” demikian kata Abu as-Sammak.

“Setengah dari yang saya miliki,” ujar Harun al-Rasyid, kemudian meneguk airnya.

Abu as-Sammak kembali bertanya, “Seandainya apa yang engkau minum tadi tidak dapat keluar, sehingga mengganggu kesehatanmu, berapakah engkau bersedia membayar untuk kesembuhan penyakitmu?”

“Setengah dari yang kumiliki!” jawab Harun al-Rasyid tanpa ragu.
“Ketahuilah, wahai Amirul Mukminin bahwa seluruh kekayaan dan kekuasaan yang nilainya hanya secangkir air, tidak wajar diperebutkan atau dipertahankan tanpa dengan cara yang benar,” kata Abu as-Sammak menutup nasihatnya.
Mengapa kita tidak selalu ingat dengan nikmat secangkir air setiap hari?

Maka beruntunglah orang yang selalu berdoa: “ya Allah ingatkan kami dengan nikmat-Mu”.

Jika rezeki datang kepadamu dari berbagai arah, ingatlah boleh jadi itu nikmat karena ketaatan yang engkau lakukan. Boleh jadi juga istidroj karena kemaksiatan yang dia lakukan, maka jangan lupakan keutamaan hanya dari Allah, lalu berinfaklah di jalan-Nya.

Baca Juga :  Sandal Hilang di Masjid, Bolehkah Pakai Sandal Orang Lain?

Ali bin Abi Thalib berkata: Barangsiapa yang diluaskan rezeki di dunia dan dia tidak mengetahui maka ia telah berbuat curang. (Lihat: Sahirul Layali Fi Riyadlil Jannah, Hal. 170-171).

Semoga Allah menjaga kita dan senantiasa mendapatkan ridaNya di dunia maupun di akhirat. Aamien Allahumma Aamien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here