Hikmah Pagi: Meninggalkan Sesuatu Karena Allah

0
204

BincangSyariah.Com – Nanti malam adalah malam nishfu sya’ban, masalah ini menjadi buah bibir setiap tahunnya ada yang sepakat ada yang tidak. padahal ini masalah furu’ yang menunai perbedaan antar para ulama. Kami sudah menulis beberapa kali pada tahun yang lewat tentangnya maka tidak perlu menulisnya lagi. Mari mencari jalan tengah untuk menyatukan barangsiapa yang setuju silahkan dilakukan karena ini bagian dari sunnah haditsnya jelas. Dan barangsiapa yang tidak sepakat tidak perlu melakukan tanpa mencercah apalagi melontarkan bid’ah karena ini masalah furu’ bukan asas.

Kali ini kami akan menulis sesuatu yang ditinggalkan karena Allah akan mendatangkan kedamaian. Rasulullah bersabda seperti disebutkan oleh Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad (j. 5 h. 363), “Sesungguhnya engkau tidaklah meninggalkan sesuatu itu karena mencari keridhaan Allah, Melainkan Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah engkau tinggalkan” (H.R. Imam Ahmad)

Barangsiapa yang meninggalkan permasalahan manusia atau membicarakan mereka, berkomentar hanya ingin mengharap ridho Allah bukan selainnya. Maka akan diganti dengan yang lebih baik dari apa yang ia tinggalkan. Dan akan diberikan keteguhan jiwa, dan keberkahan. Rasulullah saw bersabda seperti disebutkan dalam al-Jam’u bayna as-Shahihayn (j. 2 h. 230), “Barangsiapa yang meminta kesabaran akan diberikan kesabaran oleh Allah, dan barangsiapa yang meminta dijaga kehormatan dirinya akan dijaga kehormatan dirinya oleh Allah, dan barangsiapa yang meminta kekayaan akan dikayakan oleh Allah.’’ (H.R. Muttafaqun ‘Alaih)

Barangsiapa meninggalkan dunia dan kesibukannya yang melalaikan, maka Allah akan menyatukan semua urusannya dan Allah akan menjadikan hatinya legowo dan urusan dunianya dimudahkan oleh Allah.

Barang siapa meninggalkan takut kepada selain Allah dan hanya kepada Allah ia merasa takut, maka Allah akan menyelamatkannya dari perasaan was-was. Dia akan diberi perasaan aman dari segala sesuatu, maka semua yang ditakuti akan menjadi perasaan aman dan damai.

Barangsiapa meninggalkan perkataan dusta dan selalu menghiasi diri dengan kejujuran, maka Allah akan memberikan kepadanya jalan kebaikan dan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang siddiq (jujur), dan Ia akan dimuliakan karena perkataannya.

Barangsiapa meninggalkan dari melihat hal-hal yang diharamkan Allah, maka Allah akan gantikan dengan firasat yang kuat, cahaya yang bersinar di dalam hatinya dan ketentraman jiwa.

Barangsiapa meninggalkan sifat takabur (sombong) dan senantiasa menghiasi dirinya dengan sifat tawadhu, maka Allah akan berikan kemuliaan dan tinggikan derajatnya. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang bersikap tawadhu karena Allah, maka Allah akan angkat derajatnya.” (H.R. Thabrani dalam Mu’jam ash-Shagir (j. 1 h. 385))

Barangsiapa meninggalkan lezatnya tidur di malam hari, ia bangkit untuk menunaikan shalat malam karena Allah, maka Allah akan gantikan untuknya kegembiraan, semangat dan kebahagiaan di pagi harinya. (Lihat: Sahirul Layali Fi Riyadlil Jannah, h. 250-251)

Segala sesuatu yang dilakukan karena Allah bukan karena yang lain, insya Allah semua akan indah pada waktunya. Andaikata jika tidak dibalas di nampakkan di dunia insya Allah Allah akan tampakkan di akhirat. Semoga Allah menjaga kita semuanya, Amiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here