Hikmah Pagi: Menghindari dari Pandangan Yang Tidak Baik

0
1461

BincangSyariah.Com – Pandangan yang tidak baik (‘ain) bisa menyebabkan seseorang celaka, tapi sebaliknya pandangan yang baik disertai dengan doa yang baik akan menimbulkan kebaikan dan keberkahan.

Sebagaimana kisah Nabi Ya’kub bersama dengan anak-anaknya,

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

Dan Ya’qub berkata: “Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri”. (Q.S. Yusuf: 67).

Menurut mayoritas para ulama tafsir, Ya’qub memberikan pesan kepada anak-anaknya agar tidak memasuki gerbang melalui satu pintu karena dikwatirkan pandangan jahat (‘ain) kepada mereka. Mengingat mereka memiliki bentuk fisik dan rupa yang menawan, sehingga beliau merasa khawatir mereka terkena tatapan mata jahat itu benar adanya hingga bisa membuat seseorang penunggang kuda terpelanting dari kudanya. (Lihat: Tafsir Ibn Katsir, Jilid: 2/484).

Rasulullah pernah bersabda melalui Jabir Ibn Abdullah,

إِنَّ الْعَيْنَ  لَتُدْخِلُ الرَّجُلَ الْقَبْرَ وَتُدْخِلُ الْجَمَلَ الْقِدْرَ

‘Ain adalah haq (benar), dapat memasukkan seseorang ke dalam kuburan dan dapat memasukkan onta ke dalam kuali. (H.R. Ibn Nu’aim, dalam Hilyatul ‘Auliya’, Jilid: 7/90).

Dalam hadis lainpun di sebutkan melalui Jabir juga,

أَكْثَرُ مَنْ يَمُوتُ من أمتي بَعْدَ وَقَضَاء الله وقدره بالعين

kebanyakan yang meninggal dunia dari umatku setelah qodlo Allah dan qodar-Nya adalah disebabkan oleh ‘ain. (H.R. Al-Hakim, Jilid: 3/46).

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Tidak Akan Merugi Orang yang Senantiasa Menebar Kebaikan

Maka orang yang kagum kepada sesuatu lebih baik mendoakan kebaikan dan keberkahan, karena ketika seseorang itu mendoakan keberkahan kepada orang lain maka akan terhindar dari penyakit ‘ain tersebut. Nabi pernah berkata kepada Amir Ibn Rabi’ah yang kagum kepada Sahal Ibn Hunaif hingga sahal terkena penyakit ‘ain, Rasulullah mengatakan apakah kamu tidak mendo’akan dia keberkahan? Karena do’a keberkahan bisa mencegah penyakit ‘ain. (Lihat: Jaami’ Li Ahkamil Qur’an, Jilid: 9/227).

Rasulullah berlindung dari penyakit ‘ain dengan berdoa,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang yang beracun dan dari setiap mata yang menyakitkan. (H.R. An-Nasa’i, dalam sunannya, Jilid: 6/250).

Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga kita semua, amiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here