Hikmah Pagi: Jangan Menyia-Nyiakan Amal Kebaikan

0
1689

BincangSyariah.Com – Sudah menjadi sunnatullah muara hidup ini hanya ada terdapat dua pilihan yaitu kebaikan atau keburukan. Sebagaimana perkataan Syekh Muhammad al-Ghazali: Apabila sebuah komunitas kebaikan tidak lahir maka komunitas keburukan yang akan terus menjamur.

Ada cerita menarik dari seorang ulama suriah Syekh Dr. Syamsi Basya: “Di zaman Nabi Saw. Suatu hari lewat seorang yang bernama “Khaali’” yang dikenal sebagai seorang yang fasiq dan banyak berbuat kerusakan. Beliau lewat di depan seseorang yang sangat dikenal ibadah dan zuhudnya. Kemudian beliau malu dan memperkenalkan diri di depan orang ramai,

“Perkenalkan nama saya Khaalii’ yang sering berbuat fasiq dan beliau ini orang yang dikenal sebagai ahli ibadah. Saya berharap duduk disamping beliau, semoga Allah mengampuni dan menyayangi saya walau hanya sedikit.”

Maka duduklah disamping ahli ibadah tersebut. Akan tetapi, ahli ibadah tadi dalam hatinya berkata: “Masak duduk disamping saya seorang Khaali’ yang fasiq sedangkan saya seorang yang ahli ibadah lagi zuhud yang sangat terkenal.” Ahli ibadah itu menolak duduk dengannya. Kemudian ia menyuruh salah seorang jamaah yang lain untuk menjauh dari tempat duduknya.

Pergilah Khaali’ dari majlisnya dengan rasa penuh penyesalan, pilu dan berlinang air mata. Kemudian berdirilah sang ahli ibadah tadi berceramah di atas mimbar dengan memuji dirinya sendiri, bangga dengan seluruh ibadahnya.

Maka Allah mewahyukan kepada Nabi diwaktu itu: “Sungguh saya mengampuni dosa-dosa Khaali’ dan terputuslah amal orang yang dikenal rajin ibadah dan zuhud tadi”.

Maka jangan pernah kita merendahkan orang yang belajar kepada kita atau bertanya tentang masalah agama dan jangan pernah menolak seseorang yang mengharapkan rahmat dari Allah.

Baca Juga :  Inilah Orang yang Paling Tidak Tenang Dalam Hidupnya

Ingatlah kedudukan kita dihati manusia sebagaimana kedudukan kita di sisi Allah dan kedudukan kita disisi Allah sesuai kedudukan kita tatkala kita mampu menata hati. (Lihat: ‘Indama Yahlu al-Masa’, h. 294).

Maka ketika kita melihat orang yang berbuat maksiat atau kefasikan, jangan malah mendoakan keburukan. Tapi, mari kita mendoakan: “semoga Allah menutup akhir usianya menjadi orang yang husnul khatimah di sini-Nya dan Allah berikan anugerah yang paling indah.”

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua dan menjadikan kita hamba-hamba yang istiqomah di jalan-Nya, Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here