Hikmah Pagi: Jangan Menyerah

0
494

BincangSyariah.Com – Kadang dalam hidup kita melalui masa-masa sulit, renungkanlah di saat kekuatan kita sudah mulai berkurang, kita tidak bisa lagi  berkerja, jangan menyerah dan putus asa terhadap bisikan ini. Karena jiwa kita kadang dalam keadaan semangat dan kadang dalam kondisi melemah, dan sangat mengharapkan di balik kelemahan itu datang waktu semangat kembali.

Memang terkadang kita merasakan semangat menurun, tidak percaya diri, merasa kurang dan merasa tidak sanggup lagi. Jangan menyerah dengan perasaan seperti ini ingatlah bahwasanya itu semua bukan aib, jika kita sudah melakukan dengan tulus, ingatlah seseorang tidak akan gagal sampai ia menyerah, dan berhenti berusaha.
Berusahalah sekali lagi, ulangi lagi sampai Allah mendatangkan bantuannya. Yakinlah Allah sangat sayang kepada kita.

Terkadang rasa berbangga diri, merasa keberhasilan oleh diri sendiri tidak butuh bantuan dari orang lain.

Jika terlintas hal ini di dalam benak kita  janganlah diterima, jangan mengandalkan apa yang telah dianugerahkan kepada kita hanya sebatas kecerdasaan ataupun ilmu.

Jauhilah merasa benar sendiri karena itu bisa menjerumuskan. Iblis telah menyombongkan diri sebelum kita, maka ia pun terusir dari rahmat Allah. Maka ingatlah akan kekurangan pada diri kita.

Kadang-kadang kesedihan mengacaukan dan kesedihan ini berkelanjutan lalu terpikir ini akan terus berlanjut sepajang hidup. Bahkan menyangka masa depan sudah gelap tidak ada cahaya lagi. Janganlah menyerah. Jangan sangka bahwasanya keburukan tidak ada kebaikan di dalamnya atau itu sudah menempel di diri kita. Karena sesunguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Kadang- kadang kita berusaha agar tetap dalam kebenaran, berusaha agar tidak salah dalam menunaikan hak setiap orang, kemudian kamu melakukan kesalahan demi kesalahan, jangan sekali- kali menyangka bahwasanya itu semua menjauhkan kita dari kesempurnaan dan menggagalkan usaha kita untuk mencapainya.

Baca Juga :  Anjuran untuk Selalu Meminta Hidayah

Kadang- kadang melakukan dosa demi dosa lalu setan membisiki hati kita bahwasanya kebaikan itu jauh. Dan kita sudah dicatat dalam golongan orang yang sengsara, jangan menyerah dari godaan setan ini. Ingatlah bahwasanya anak cucu keturunan Nabi Adam semua pernah melakukan perbuatan salah, dan sebaik baik orang yang bersalah adalah kembali kepada Allah (tobat). Sebagaimana firmanNya,

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

“Sesungguhnya orang – orang yang bertaqwa bila ditimpa was was dari setan mereka ingat kepada Allah maka ketika itulah mereka melihat kesalahan- kesalahannya”. (QS. Al- A’raf: 201).

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semuanya, untuk selalu istiqamah dijalanNya Aamien Allahumma Aamien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here