Hikmah Pagi: Jangan Berbuat Zalim Meski Engkau Mampu Melakukannya

0
2718

BincangSyariah.Com – Jangan berbuat zalim terhadap siapa saja dalam hidupmu. Jika engkau seorang bapak, jangan berbuat zalim terhadap anak- anakmu. Jika engkau mempunyai jabatan, jangan berbuat zalim pada orang yang di bawahmu. Jika engkau orang besar, jangan berbuat zalim pada seorang yang lebih kecil darimu.

Rasulullah mewanti-wanti jangan sampai mendapatkan doa, oleh orang yang terzalimi, karean doa mereka mustajab.

اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ وَإِنْ كَانَ كَافِرًا فَإِنَّهُ لَيْسَ دُونَهَا حِجَابٌ

Takutlah kamu akan doa orang yang didzalimi, sekalipun dia orang kafir karena ia tidak ada hijab( peghalang untuk Allah menerimanya). (H.R. Imam Ahmad dalam al-Musnad j. 3/153).

Dan Rasulullah juga bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, dan tidak meremehkannya”. (H.R. Imam al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, j. 8/249).

Umar Ibn Abdul Aziz pernah menulis surat kepada salah seorang gubernurnya: “jika engkau mampu untuk berbuat zalim kepada rakyatmu, maka ingatlah Allah yang berkuasa terhadap dirimu.”

Raja Najasyi berkata: “kerajaan bisa bertahan dengan kekafiran, tapi tidak akan bertahan dengan kezaliman”.

Rasulullah bersabda,

وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينَ

” Do’a orang yang terdzalimi karena Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya Allah berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah beberapa waktu. (H.R. Imam at-Tirmidzi, Jilid: 4/672).

Dalam sebuah syair dikatakan,

لا تظلمن إذا ما كنت مقتدرا *** فالظلم أخره يفضي إلى الندم
تنام عينك والمظلوم منتبه *** يدعو عليك وعين الله لم تنام

Baca Juga :  Fikih Ekonomi (7): Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

“Jangan sekali kali engkau menzalimi orang, ketika engkau amat kuasa untuk melakukannya, *** Karena kedzalimanmu itu pada akhirnya akan membuatmu menyesal”.

“Mungkin engkau bisa memejamkan kedua belah matamu tertidur pulas, akan tetapi orang yang terdzalimi ia terjaga dari tidurnya *** seraya berdo’a yang tidak baik untukmu, dan ingatlah Allah tidak pernah tertidur”.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semuanya dari hal-hal yang dimurkai-Nya Aamien Allahumma Aamien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here