Hikmah Pagi: Pelajaran dari Air (1)

0
1119

BincangSyariah.Com – Air (al-Maa’) dalam kamus atau Mu’jam al-Ma’ani al-‘Arabi berarti sesuatu yang mengalir yang menjadi sumber kehidupan di bumi, air yang jernih tidak memiliki rasa, bau maupun warna.

Begitu pentingnya air sampai-sampai suatu hari Khalifah Harun ar-Rasyid pernah ditanya tatkala beliau sedang memegang segelas air, seberapa berharganya air untuk tuan? Beliau mengatakan, “andaikata air yang tersisa di bumi tinggal yang saya minum, maka akan saya beli dengan separuh nilai kerajaan ini.”

Air begitu sangat berarti dalam sebuah kehidupan, maka sangat menarik salah satu tulisan seorang motivator juga dokter penyakit dalam sekaligus ulama Dr. Syamsy Basya dalam bukunya “‘Indama Yahluu al-Masaak” menuliskan beberapa karakter air,

1. Air mempunyai karakter yang legowo dan lapang dada, air tidak hanya dibutuhkan dan tidak membedakan apakah ia diperuntukkan oleh seorang kaya yang mempunyai istana maupun seorang miskin di gubuk derita, antara kebun yang sangat luas ataupun sebidang kebun kecil di belakang rumah. Semua membutuhkan air dan airpun tidak akan pilah pilih kepada siapa ia dibutuhkan, ia akan legowo dan lapang dada tidak ada. Sebagaimana hadits rasulullah,

‎”يَا أَيُّهَا النَّاس، إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَأَبَاكُمْ وَاحِدٌ، ألا لاَ فَضْلَ لِعَرَبِي عَلىَ عَجَمِي، وَلاَ لِعَجَمِي عَلَى عَرَبِي، وَلاَ أَسْوَد عَلىَ أَحْمَر، وَلاَ أَحْمَر عَلَى أَسْوَد إِلاَّ بِالتَّقْوَى، أبلغت؟ “. قالوا: بلغ رسول الله صلى الله عليه وسلم.

“Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan?”mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah SAW telah menyampaikan.”. (H.R. Imam Ahmad dalam mizanul hikmah, Jilid: 4/3629).

Baca Juga :  Telaah Hadis: Suara Perempuan adalah Aurat

2. Air itu mempunyai sifat yang bisa membersihkan dan mensucikan. Coba kita perhatikan lautan dia suci lagi mensucikan tidak kotor walau kita melempar batu ke dalamnya, air akan tetap bersih dan tidak akan berefek kepadanya. Andai sedikit kotor maka ia akan dengan cepat bersih. Hal ini senada dengan firman Allah dalam surat Ali Imran: 135,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

3. Air itu cukup bijak, sebagaimana apabila kita melihat di saat ketika panasnya terik matahari yang luar biasa, airpun turun dari langit (air hujan) menjadikan udara sejuk dan semriwing. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah,

لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Seorang yang beriman tidak terperosok di satu lubang yang sama dua kali.” (H.R. Ibn Majah dalam sunannya, Jilid: 4/328).

Semoga Allah menjadikan kita orang yang senintiasa mampu mengambil pelajaran dari setiap kehidupan di dunia ini sebagaimana kita mengambil pelajaran dari air. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here