Hikmah Pagi: Bisakah Orang Kaya Itu Zuhud?

1
553

BincangSyariah.Com – Sebagian orang mengira bahwa zuhud itu sekadar meninggalkan dunia, lalu duduk berzikir di tempat yang jauh dari manusia.

Sufyan At-Tsauri (W. 161 H) suatu hari ditanya, bisakah orang yang kaya itu zuhud? Beliau menjawab: “iya, jika bertambah hartanya ia bersyukur, dan jika berkurang ia bersyukur dan bersabar”.

Ali Ibn Abi Thalib (W. 40 H) berkata : “ kalau seorang mengambil semua harta dunia dan ia berniat itu untuk Allah maka ia orang yang zuhud. Tapi apabila ia meninggalkan dunia dan ia tidak berniat meninggalkan itu karena Allah maka ia bukan orang yang zuhud.”

Datang seorang raja kepada orang zuhud dan berkata, “engkau mengetahui bahwasannya engkau orang yang zuhud maka kudatangi engkau.” Orang zuhud itu menjawab, “maukah aku tunjukkan kepada engkau orang yang lebih zuhud dari diriku ini?” “Tentu”, jawab Raja. “Engkaulah orangnya, kalau saya zuhud terhadap dunia yang fana, dan engkau zuhud terhadap surga yang kekal.”

Apakah kita zuhud terhadap surga karena barang yang yang kecil atau karena ingin menambah harta dari hasil yang haram. Atau karena ingin menikmati sesaat barang yang haram.

Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (125 H) ketika di samping Ka’bah, tatkalah itu beliau bertemu dengan Salim bin Abdullah (106 H) adalah salah satu cucu Umar Ibn Khattab (W. 23 H). Lalu Hisyam berkata kepadanya : “Mintalah kepadaku hajatmu”.

Salim menjawab : Sungguh saya malu meminta pada Allah untuk meminta sesuatu di rumah-Nya kepada selain diri-Nya.”

Maka tatkalah Hisyam bin Abdul Malik keluar dari Masjidil Haram beliau berjumpa lagi dengan Salim bin Abdullah, kemudian Hisyam kembali berkata kepadanya: Sekarang engkau telah keluar dari rumah Allah, maka mintalah kepadaku hajatmu“.

Salim berkata; “Untuk hajat dunia atau hajat akhirat”? Hisyam menjawab: “Tentu untuk hajat dunia”.

Baca Juga :  Cara Mengobati Orang yang Terkena Penyakit Ain

Maka Salim berkata kepadanya: Aku tidak memintanya kepada Yang memilikinya, maka bagaimana mungkin saya memintanya kepada yang tidak memilikinya“.

Ditanya seorang saleh tentang orang yang meninggalkan makan daging, telor dan makanan yang enak-enak, apakah orang itu zuhud?

Ia menjawab: “bukanlah zuhud dengan meninggalkan makan yang enak-enak? Makanlah apa saja yang engkau mau, dan bertakwalah kepadanya dengan sebenar benar takwa. Allah tidak membenci orang makan yang halal jika engkau menjauhi yang haram, tidak membenci yang enak dan baik tanpa berlebih-lebihan”. (Lihat: Sahirul Layali Fi Riyadlil Jannah, Hal: 140-141).

Semoga Allah menjaga kita semuanya dan menjadikan kita hamba yang senantiasa di ridaiNya. Aamien Allahumma Aamien.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here