Hikmah Pagi: Belajar Dari Seekor Semut

0
445

BincangSyariah.Com – Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِي النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu” (QS. An-Naml: 18).

Ketika Nabiyullah Sulaiman datang bersama bala tentaranya, seekor semut merasakan akan ada ancanaman bahaya yang menerpa kaumnya dan anak bangsanya, dengan spontan ia berkata: ada bahaya ….. . Ayo selamatkan diri kalian, sebagaimana di dalam al-Qur’an: “agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”. (QS. An-Naml: 18).

Alangkah indahnya semut ini? Alangkah agungnya sikap semut ini!

Ia menanggung beban saudara juga bangsanya, ketika mengetahui akan adanya ancaman yang itu merupakan tanggung jawanbnya, ia merasakan akan nada bencana maka ia berteriak lantang memberikan peringatan kepada kaumnya“ ayo selamatkan diri kalian masing masing”.

Sungguh indahnya perkara semut ini! Apakah ia melarikan diri ketika merasakan akan nada bencana datang?

Apakah ia berkata: “apa yang bisa saya lakukan, sedangkan saya hanyalah seekor semut? Apa yang bisa saya lakukan menghadapi bala tentara yang datang? Bangsa semut banyak, sedangkan saya seorang diri apa yang akan bisa saya lakukan”?

Berapa banyak orang diantara kita yang merasakan seperti yang dirasakan semut, berusaha menyelamatkan umatnya, ingin berbuat sesuatu untuk kehidupan umatnya? Minimal menyelamatkan keluaga dari kebodohan, dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.

Kemudian kita lihat kata: Qaalat Namlatun. Kata Namlatun di sini menggunakan nakiroh yang memiliki makna umum, Allah tidak mengatakan: Qaalat an-Namlatun. Apakah ia seorang ratu atau bukan bisa jadi masyarakat biasa? Dan yang menarik hal ini disebutkan di dalam al-Qur’an dengan cara Nakirah (umum) artinya bisa siapa saja, di sini disebut Namlatun dari sebuah lembah yang luas dan lebar. Ia tidak mencibir dirinya juga orang lain, yang penting ia berusaha untuk berbuat yang terbaik.

Baca Juga :  Budaya Titip Salam untuk Nabi Ketika Haji dan Umrah

Seekor semut yang tidak mempunyai kedudukan apa apa disisi Allah, namun Allah menyelamatkan lembah semut itu dengan kekuasaan-Nya.

Maka jangan remehkan bentuk semut yang mungil, karena ia punya kemampuan yang luar biasa. Maka tidak ada yang sia-sia setiap apapun yang diciptakan Allah di dunia ini.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here