Hikmah Pagi: Bahaya Zina dan Filosofi Redaksi Ayat Laa Taqrobuu

0
270

BincangSyariah.Com – Beberapa waktu yang lewat viral pemberitaan di mana-mana tentang prostitusi online yang melibatkan sejumlah pihak dengan transaksi yang cukup fantastis mencapai puluhan hingga ratusan juta. Kenapa orang mau mengadakan transaksi begitu besar dibandingkan dengan menikah sah? Karena syahwat yang sudah mempengaruhinya dan nafsu yang tidak terkendali serta menggelora terlebih objek adalah publik figur yang sliweran di media-media baik cetak maupun elektronik.

Memang yang menarik menurut beberapa ulama tafsir seperti Imam ar-Razi, Imam Mutawalli asy-Sya’rowi dan lain-lain bahwa setiap ayat yang terdapat kata “laa taqrobuu” (janganlah dekati) mengandung makna filosofi yang mendalam yang berarti kalau dikerjakan dia akan “ketagihan (candu)”. Dan di dalam Alquran yang dikaitkankan dengan kata “laa taqrobuu” setidaknya ada dua yaitu “Zina dan Minuman keras”. Maka kita lihat ketika seseorang sudah pernah berhubungan dengan lawan jenis tanpa ikatan sah, maka tidak akan cukup sekali pasti akan menjadi kebiasaan dan kecanduan. Dalam Islam, hubungan seksual antara lawan jenis bisa menjadi perbuatan yang berpahala jika melalui “pernikahan yang sah” karena nafsu biologis tidak bisa dibunuh tapi dikendalikan dengan cara pernikahan yang sah. Namun sebaliknya jika dilakukan dengan pasangan tidak sah semua bernilai dosa besar.

Sebagaimana wejangan Nabi kita,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ.

Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina lisan dengan ucapan (yang mengandung syahwat), zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya. (H.R. Imam Baihaqi dalam Sunan Kubronya, Jilid: 10/185).

Baca Juga :  Interaksi Rasulullah dengan Pemuda yang Ingin Berzina

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah mengatakan kepada para wanita di zaman beliau,

ما رَأَيْتُ مِنْ ناقِصاتٍ عَقْلٍ وَدينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحازِمِ مِنْ إِحْداكُنَّ قُلْنِ: وَما نُقْصانُ دِينِنا وَعَقْلِنا يا رَسُولَ اللهِ قَالَ: أَلَيْسَ شَهادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهادَةِ الرَّجُلِ قُلْنِ: بَلَى، قَالَ: فَذَلِكَ مِنْ نُقْصانِ عَقْلِها، أَلَيْسَ إِذا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ: بَلى، قَالَ: فَذَلِكَ مِنْ نُقْصانِ دِينِها

“Saya tidak melihat ada manusia yang kurang akal dan agamanya, namun mampu meluluh lantahkan nalar lelaki perkasa selain kalian kaum perempuan, maka para emak-emak bertanya, Apa yang menyebabkan kurangnya akal dan agama kami Ya Rasulallah? Rasul menjawab, bukankah ketika seorang perempuan menjadi saksi separuh dari seorang laki-laki (laki-laki 1 dan perempuan 2)? Para emak-emak menjawab: benar, Rasul melanjutkan, itulah penyebab akalnya kurang. Kemudian Rasulullah melanjutkan, bukankah jika perempuan datang bulan tidak shalat juga puasa, mereka menjawab, benar, Rasul menambahkan, itulah peyebab kurangnya agama”. (H.R. Bukhori dalam Lukluk Wal Marjan, Jilid: 1/24).

Semoga Allah menjaga kita semuanya dan dijauhkan dari perbuatan fakhsya’ (keji dan munkar selamat di dunia dan di akhirat. Amiin.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here