Hikmah: Ketika Ulama Melarang Shalat Seseorang

0
610

BincangSyariah.Com – Dikisahkan bahwa suatu hari seseorang mendatangi ulama fikih untuk bertanya sesuatu. Ia bertanya, “Saya setiap kali menyelam ke sungai sebanyak dua atau tiga kali, masih tidak yakin apakah tubuh saya sudah terbasahi air seluruhnya, juga apakah saya sudah suci. Maka apa yang mesti saya lakukan?”

Ulama itu menjawab, “Jangan shalat!”

Lalu ia bertanya lagi, “Mengapa engkau berkata demikian?”

Ulama kemudian menjawab, “Karena Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa beban hukum itu diangkat dari tiga jenis orang: yaitu anak kecil hingga baligh, orang yang sedang tidur hingga ia terbangun, dan orang gila hingga ia sadar. Dan orang yang sudah menyelam ke sungai sekali, dua kali, atau tiga kali, kemudian ia masih menduga bahwa ia belum mandi berarti ia gila.”

Demikian kisah tentang orang yang dilarang shalat karena gila. Kisah ini ingin mengatakan kepada kita bahwa, pertama, hati-hati dengan pertanyaan yang kita lontarkan.

Sesungguhnya pertanyaan adalah setangah dari jawaban. Seseorang akan terlihat dari pertanyaannya. Bahkan ada juga sebenarnya pertanyaan yang diajukan bukan pertanyaan sesungguhnya, namun hanya sekadar menguji kepada orang yang ditanya.

Yang kedua, hukum harus dilandasi dengan keyakinan. Kaidah ini penting menjadi landasan dalam ibadah kita yakni: “Keyakinan tidaklah bisa dihilangkan dengan keraguan.” Memang ada saja bisikan untuk menggoyahkan keyakinan kita itu.

Maka jika itu terjadi ingatlah kaidah tersebut. Sebab jika tidak, kita akan sama dengan seseorang yang bertanya di atas: orang gila! Hehe.

Baca Juga :  Niat Shalat Lima Waktu Lengkap Beserta Cara Baca dan Terjemah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here