Hikmah Adanya Musibah di Dunia

0
177

BincangSyariah.Com – Tak ada hidup yang tak dihampiri oleh sesuatu yang bernama musibah. Meskipun banyak orang yang tidak menginginkan, namun musibah akan datang dan datang lagi sesuai dengan kehendak-Nya. Islam tidak melarang pemeluknya memiliki materi yang banyak dan kaya raya. Namun Islam lebih menganjurkan agar manusia memiliki kaya hati dan jiwa, agar sanggup menerima musibah yang silih berganti dengan lapang dada.

Manusia memang diciptakan untuk beribadah. Jika kehadiran musibah yang tak diinginkan bisa mengganggu ibadah manusia di dunia, lantas untuk apa musibah itu hadir? Dalam kitab Zaadul Ma’ad, Ibn Qayyim berkata:

قال ابن القيم رحمه الله: قال بعض السلف: لولا مصائب الدنيا لوردنا القيامة مفاليس

Sebagian ulama salaf mengtaakan: kalau bukan karena musibah-musibah di dunia niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut

Mengapa dikatakan demikian? musibah bukanlah bentuk kekejaman dari Sang Pencipta. Sebagaimana ujian sekolah bukanlah bentuk hukuman sewenang-wenang dari sang guru untuk muridnya. Diadakan ujian, karena memang sebelumnya sudah ada pelajaran yang telah diberikan oleh sang guru. Begitu pula musibah, Sang Pencipta sudah membekali manusia dengan akal, hati nurani, kitab suci dan nasehat para Nabi-Nya. Jika bekal itu sudah diberikan, maka suatu saat musibah  itu akan datang.

Selain daripada itu, musibah itu bisa mendidik jiwa dan menyucikan dosa. Mungkin kita sering mendengar bahwa musibah itu merupakan hukuman atas kesalahan yang telah diperbuat oleh manusia, namun tahukah jika musibah itu juga yang mengembalikan jiwa nan suci? Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan hambanya sebagai balasan dari musibah yang diderita. Dalam QS Asy Syuara ayat 30 disebutkan:

وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْديكُمْ وَ يَعْفُوا عَنْ كَثيرٍ

Baca Juga :  Mengapa Harus Berputus Asa?

 “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Qs, asy Syura: 30)

Musibah juga bisa hadir untuk menguatkan hati. Di saat genting dan tak menentu, manusia tentu akan mencari kekuatan yang hebat dan itu yang membuatnya akan kembali lagi kepada Allah. Kembali melalui doa, shalat, atau ibadah-ibadah lainnya yang mengungkapkan perasaannya bahwa sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan bantuan.

Di sinilah kita bisa memohon dengan sungguh-sunguh, tawakal dan ikhlas. Dengan kembalik kepada Allah, kita akan merasakan manisnya iman, yang lebih nikmat dari lenyapnya musibah yang diderita.

Pemaparan hikmah-hikmah di atas semoga bisa mengingatkan kembali, bahwa musibah juga banyak manfaatnya untuk kesehatan jiwa dan iman. Dengan demikian, tak pantas rasanya jika kita merasa kesal dan marah ketika musibah datang. Musibah layak untuk dijadikan teman hidup, karena dengan berteman dengannya ia akan memberikan banyak pelajaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here