Hijrah kok Cari Musuh ?

0
1238

BincangSyariah.Com – Zaman sekarang orang beragama sampai hijrah-hijrah, bukannya cari ilmu, cari guru dan cari teman, tapi malah cari musuh. Seolah beragama itu sebuah pertandingan yang harus ada musuhnya. Tidak ketemu musuh dari kalangan orang kafir, sesama muslim pun jadilah. Kesalahan bisa direkayasa, entah dituduh sekuler, liberal, LGBT, syi’ah, Ahmadiyah, PKI, yahudi, zionis, sosialis, komunis atapun, kejawen bahkan Islam Nusantara.

Isi pengajian semacam pengadilan in-absentia. Tokoh-tokoh yang diadili cukup beragam.  Kriterianya sederhana sekali, pokoknya yang tidak seperti kita, tidak bersama kita, atau tidak mendukung kita, berarti dia bisa diposisikan sebagai musuh yang kudu diperangi dan dianggap musuh-musuh dakwah.

Tidak perduli punya salah apa orang itu sama dia. Pokoknya habisi rame-rame sampai tidak bisa bicara lagi. Malah kadang tidak penting apakah sudah dialog apa belum. Tabayun bisa diposisikan di belakang.

Tidak ketemu akar masalah dan kesalahannya? Ah, gampang itu, bisa kok dicari-cari cacatnya. Yang penting menyerangnya kudu pakai ayat. Sebab kalau tidak pakai ayat, kurang mantap. Kalau pakai ayat, si korban bisa dipojokkan sebagai musuh Al-Quran, atau setidaknya bisa dicitrakan sebagai kelompok anti Al-Quran.

Maka begitulah, hari-hari menjalani dakwah dan mengaji, ternyaya esensinya malah sibuk mengadili banyak orang, sambil tukar menukar informasi super hoaks dalam rangka mencari-cari terus kesalahannya. Tanpa pernah korbannya diajak diskusi atau sekedar dikonfirmasi.

Ternyata memang lebih enak dan lebih asyik membuli saja. Minimal ada bahan materi buat kajian. Maklumlah, dengan ilmu terbatas dan baca kitab gak bisa, apa lagi yang bisa disampaikan dalam materi ceramah, kecuali cari-cari musuh buat bahan pengajian, setidaknya bisa buat bahan update status di medsos.

Baca Juga :  Hijrah Bukan Sinonim Menikah

Wajar kalau bawaannya mau marah-marah melulu, dikit-dikit emosi, dikit-dikit unjuk rasa. Senggol dikit langsung bacok. Suasana batin keagamaannya memang sengaja disetel “Battle Mode: On”

Kalau kebetulan ceramah bareng ustadz model begini, saya kok lebih memilih bolos aja. Izin sakit kek, acaranya ada barengannya kek, apalah bisa dicarikan alasannya. Bukan apa-apa.  Rasanya kok mendingan menjauh saja.

Tulisan asli dapat dilihat di akun Facebook Ustz. Ahmad Sarwat, MA. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here