Hukum Memakan Hewan Pemakan Kotoran Manusia

0
5841

BincangSyariah.Com – Terdapat beberapa hewan yang kadang makan kotoran manusia, di antaranya adalah ayam dan ikan lele. Untuk ikan lele, biasanya karena sengaja diternak di dalam kolam yang berdekatan dengan kakus sehingga lele tersebut makan kotoran manusia. Apakah hewan yang makan kotoran manusia halal dimakan?

Hewan yang biasa makan kotoran manusia disebut dengan jallalah, atau hewan yang makan kotoran. Hewan seperti ini boleh dan halal dimakan. Hanya saja jika terjadi perubahan pada bau, rasa atau warna hewan tersebut, maka hukumnya makruh memakannya. Misalnya, baunya masih ada bau kotoran manusia, maka makruh memakannya.

Dalam kitab Al Majmu, Imam Nawawi berkata;

ويكره أكل الجلالة ، وهي التي أكثر أكلها العذرة من ناقة أو بقرة أو شاة أو ديك أو دجاجة ، لما روى ابن عباس رضي الله عنهما  أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ألبان الجلالة  ولا يحرم أكلها لأنه ليس فيه أكثر من تغير لحمها وهذا لا يوجب التحريم

“Makruh makan hewan jallalah, yaitu hewan yang makanannya lebih banyak kotoran, baik unta, sapi, kambing, ayam jantan dan ayam betina. Hal ini karena Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadis bahwa Nabi saw. melarang minum susu hewan jallalah. Meski demikian, tidak haram memakannya karena padanya tidak ada perubahan yang lebih banyak dibanding dagingnya. Ini tidak menyebabkan keharaman.”

Cara agar tidak makruh memakan hewan yang biasa makan kotoran adalah mendiamkannya hingga empat puluh hari tanpa makan kotoran atau diganti dengan makanan yang baik hingga dagingnya menjadi baik dan bau kotorannya hilang. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi berikut;

فإن أطعم الجلالة طعاما طاهرا وطاب لحمها لم يكره

Baca Juga :  Ini Keistimewaan Orang yang Bertakwa dan Berakhlak Mulia

“Jika jallalah diberi makanan yang baik dan suci hingga dagingnya menjadi baik, maka tidak makruh memakannya.”

Syaikh Abu Bakar Syatha sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi dalam kitabnya I’anatut Thalibin berikut;

أَنَّهُ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ أَكْلِ اْلجَلَالَةِ وَشُرْبِ لَبَنِهَا حَتَّى تُعْلفَ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

“Sesungguhnya Nabi Saw. melarang memakan daging serta susu jallalah hingga ia diberi makan (biasa) selama 40 malam.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here