Hasud Dapat Merusak Iman

0
677

BincangSyariah.Com – Iman adalah sebab datangnya kemulian, keberhasilan, dan juga kehormatan. Namun keadaan iman kita itu senantiasa naik turun. Saat iman naik, saat itu kita merasakan betapa lezatnya iman. Hidup terasa tenang, dada lapang, mata terasa sejuk, pikiran jernih, kata-kata manis, penuh tawakal, ibadah terasa ringan dan nikmat, kadang air mata ikut menetes untuk ikut merasakan kenikmatannya.

Namun, iman bisa turun kalau penjagaannya tidak optimal, karena gerusan kemaksiatan setiap hari pasti dijumpai karena kita tidak hidup sendiri. Tarik-menarik antara keimanan dan kemaksiatan terus akan terjadi.

Bisa menjaga diri dari sesuatu yang bisa merusak iman tentunya menjadi impian setiap muslim. Dimana kondisi iman yang baik tidak akan tegang menjalani hidup, lapang dada, tidak dengki, kata-kata terkontrol, ibadah terasa asyik, tidak takut kehilangan rezeki dan jauh dari sifat buruk lainnya. Dan diantara penyebab rusaknya iman adalah dengki terhadap sesama. Sabda Nabi:

الحسد يفسد الإيمان كما يفسد الصبر العسل

Perbuatan dengki itu dapat merusak iman, sebagaimana jadam dapat merusak madu (HR Dailami)

Cukuplah menjadi renungan kita bahwasanya penyebab pembunuhan pertama di muka bumi yaitu putra Nabi Adam membunuh saudaranya adalah disebabkan oleh kedengkiannya pada saudaranya atas nikmat yang dimilikinya. Dengki sangat berbahaya dan pasti menjerumuskan pelakunya pada gerbang kesesatan.

Penyakit hati ini bisa merusak keimanna kita, kenapa bisa? Dalam hadis di atas disebutkan bahwa bahaya dengki adalah semisal jadam yang merusak madu. Jadam adalah sejenis tanaman yang tergolong dalam kelompok lidah buaya dan sangat berpotensi untu merusak madu.

Ibarat kita yang rajin salat malam, mengaji, puasa, zakat, dan haji namun amal saleh tersebut menjadi sia-sia lantaran kita dengki terhadap seseorang. Layaknya sang jago merah yang siap melahap kayu bakar di depannya. Selain bisa merusak keimanan kita, dengki juga berpotensi untuk membuka pintu maksiat lainnya. Begitu dahsyatnya pengaruh dengki dalam jiwa seseorang, sehingga siapa saja yang sudah ternodai oleh dengki maka ia akan disibukkan dengan hal-hal yang membayakan diri sendiri dan orang lain.  Rasulullah melarang perihal tersebut dalam hadisnya:

Baca Juga :  Puncak Bencana Manusia pada Saat Ini

ولا تحاسدوا ولاتقاطعوا ولاتباغضوا ولاتدابروا وكونوا عبادالله إخوانا كما أمركم الله

Janganlah kamu sekalian saling mendengki, membenci, dan saling belakang-membelakangi; tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu (HR. Bukhari dan Muslim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here