Hasil Tangkapan Ikan dari Non-Muslim, Apakah Halal Dimakan?

1
718

BincangSyariah.Com – Ikan merupakan komuditas makanan yang dinikmati oleh semua kalangan, baik muslim maupun non-muslim. Hampir semua orang dari semua starata dan golongan menyukai konsumsi ikan. Bahkan juga tak jarang menangkap ikan sendiri, termasuk dari non-muslim. Bagi orang muslim, apakah boleh makan hasil tangkapan ikan dari non-muslim? (Baca: Hukum Makan Ikan yang Sudah Busuk)

Dalam Islam, ikan termasuk hewan yang halal dimakan dan dihukumi suci, meskipun sudah menjadi bangkai. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dan Al-Baihaqi berikut;

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَال

Telah dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Dua darah itu adalah hati dan limpa.

Menurut para ulama, karena bangkai ikan halal dimakan dan dihukumi suci, maka ikan tetap halal dimakan dan tetap dihukumi suci meskipun ditangkap oleh non-muslim. Tidak masalah ikan ditangkap oleh siapapun, ia tetap halal dimakan, meskipun ditangkap oleh orang yang tidak halal sembelihannya, seperti orang-orang majusi dan lainnya.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

ولو صاد مجوسي سمكة حلت بلا خلاف لان ميتتها حلال

Jika seorang majusi berburu atau menangkap ikan, maka ikan tersebut halal dimakan tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, karena bangkai ikan halal dimakan.

Bahkan menurut Imam Nawawi, kehalalan makan hasil tangkapan ikan dari non-muslim dan lainnya sudah disepakati oleh para ulama. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini, meskipun ikan tersebut mati di tangan non-muslim.

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

فرع: قد ذكرنا ان مذهبنا اباحة ما صاده المجوسي من السمك ومات في يده فأما السمك فمجمع عليه

Baca Juga :  Setelah Mencukur Bulu Kemaluan, Sebaiknya Dikubur atau Dibuang?

Cabang masalah; Kami telah menyebutkan bahwa sesunguhnya dalam madzhab kami, boleh makan hasil tangkapan ikan dari orang majusi dan ikan tersebut mati di tangannya. Kehalalan ikan hasil tangkapan majusi ini disepakati oleh para ulama.

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah juga disebutkan sebagai berikut;

رابعا على ان صيد المجوسي والوثني للسمك لا تأثير له لأنه اذا كانت ميتته حلالا فصيد المجوسي والوثني والمسبلم سواء

Keempat, bahwa tangkapan pemuja api dan berhala terhadap ikan tidak berpengaruh, karena jika bangkai ikan halal dimakan, maka tangkapan dari pemuja api, pemuja berhala, dan orang muslim dihukumi sama.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak makan ikan, umumnya kita mengolahnya terlebih dahulu. Misalnya diolah menjadi ikan goreng, tumis ikan, dan berbagai macam olahan ikan lainnya, dan ada juga yang dipanggang. Namun terkadang kita temui seseorang yang makan ikan mentah. Bagaimana jika seseorang makan ikan mentah, apakah boleh? (Baca: Hasil Tangkapan Ikan dari Non-Muslim, Apakah Halal Dimakan?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here