Harlah Muslimat NU Ke-73 Mendapat Dua Rekor Muri, Apa Saja?

0
461

BincangSyariah.Com – Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat dua rekor sekaligus dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU yang diadakan di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, hari ini (27/01).

Rekor tersebut yakni pertama rekor tarian sufi dengan jumlah peserta terbanyak mencapai 999 penari “Sebenarnya totalnya ada 1.048 penari karena kita siapkan cadangannya. Jadi yang menari ada 999 orang,” tutur Yenny Wahid, ketua Panitia Harlah ke-73 Muslimat NU, sebagaimana dilansir Sindonews.com.

Para penari sufi tersebut merupakan santri dan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan, Jawa Timur. Mereka menari di diiringi lantunan lagu religi dan salawat  yang dibawakan Hadad Alwi dan Tompi.

Rekor MURI kedua atas terlaksananya 2.000 kali khatam membaca Alquran 30 juz yang dilakukan kader Muslimat NU di seluruh Indonesia. Selain yang on the spot, khataman juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sejak November.

Puncak dari kegiatan tersebut ratusan ribu kader Muslimat NU secara serentak melakukan khataman membaca Alquran yang dilakukan Minggu usai salat Subuh berjamaah di Stadion GBK setelah sebelumnya mereka menunaikan shalat tahajud dan hajat.

Selain khataman Alquran dan tarian sufi, dalam rangkaian Harlah Muslimat NU ini juga dilakukan santunan 1.000 anak yatim. “Kami juga terjunkan Tim Santri Ramah Lingkungan sekitar 1.500 orang dari Pesantren As Shiddiqiyah Jakarta yang membantu membersihkan sampah,” pungkas Yenny Wahid.

Pagi itu, Harlah dibuka dengan melantunkan Mars Syubbanul Wathan yang menggema di stadiun utama GBK. Dalam acara yang dihadiri oleh seratus ribu lebih anggota Muslimat NU dari seluruh Indonesia tersebut sekaligus dilaksanakan pula peringatan Maulidurasul 1440 H dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa.

Yeni berharap agar memasuki tahun politik 2019, semua kehidupan bangsa tetap berjalan guyup rukun saling menghormati dan saling menghargai, jauh dari fitnah dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here