Hari Ini Satu Dekade Wafatnya Gus Dur, Haul Diadakan di Ciganjur

0
103

BincangSyariah.Com – Di Ciganjur, Jakarta Selatan, Keluarga Besar mendiang Gus Dur mengadakan acara « Satu Dekade Berpulangnya K.H. Abdurrahman Wahid ». Acara akan dilaksanakan di kediaman mendiang Gus Dur, hari ini (29/12) di Jl. Warung Silah, Gg. Al-Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan. Acara Satu Dekade Wafatnya Gus Dur akan dimulai jam 19.00.

Bertindak sebagai penceramah pada kesempatan kali ini, diantaranya adalah K.H. A. Mustofa Bisri; K.H. Husein Muhammad ; dan Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar. Sementara pengisi acara pada Haul kali ini diantaranya adalah Ki Ageng Ganjur, Eny Sagita, Erie Suzan, Akbar, Mamat Al-Katiri, Kartolo, dan Reza Zakaria.

K.H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur adalah salah satu figur ulama yang pernah menduduki jabatan tertinggi di negeri ini. Beliau pernah menjadi Presiden Indonesia ke-4 pada 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001. Beliau kemudian dilengserkan oleh anggota DPR/MPR lewat Sidang Istimewa MPR yang dipercepat dari jadwal semestinya, yang dipimpin oleh Amien Rais.

Sidang Istimewa MPR ini merupakan ekses dari konflik-konflik sepanjang tahun 2000 hingga 2001 dengan sejumlah elit politik seperti Wiranto (dianggap menghalangi reformasi di tubuh militer) yang waktu itu menjadi Menkopolhukam; Jusuf Kalla (Menteri Perindustrian); dan Laksamana Sukardi (Menteri BUMN). Langkahnya ini kemudian memanaskan hubungannya dengan Golkar, PDI-P, dan pihak Militer yang di masa Orde Baru sangat berkuasa dan sedang coba direformasi oleh Gus Dur.

Setelah itu, beruntun terjadi konflik-konflik antara Gus Dur dengan elit-elit politik dan militer. Dimulai dari langkah membuka hubungan ekonomi dengan Israel yang mendapatkan respon negatif dari kelompok muslim di Indonesia; upaya Gus Dur membuka skandal Yayasan-Yayasan yang dikelola Militer; konflik Gus Dur dengan TNI soal pemberian senjata kepada Laskar Jihad yang pergi ke Maluku dengan dalih konflik Islam-Kristen; skandal Buloggate dan Bruneigate.

Baca Juga :  Ini Alasan Ahlulkitab itu Bukan Kaum Musyrik

Dilahirkan pada 7 September 1940 di Jombang, Gus Dur sebenarnya memiliki nama asli Abdurrahman Addakhil. Kemudian beliau akrab dikenal dengan nama Abdurrahman Wahid, karena nama terakhir bersumber dari sang ayah, K.H. Wahid Hasyim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here