Petuah untuk Orang yang Hanya Bersyukur Jika Diberi Nikmat Materi Saja

0
928

BincangSyariah.Com – Syukur dalam istilah bahasa Indonesia biasa dikenal dengan sebutan terima kasih. Adapun makna syukur yang lengkap adalah menunjukkan adanya nikamt Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa kesaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. Seperti itulah kiranya Ibn Qayyum menyebutkan syukur dalam kitabnya Madarijus Salikin.

Jika Allah menuntut kita untuk bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri, tentunya kita tidak mampu mensyukurinya. Bahkan disebutkan dalam Tafsir Ibn Katsir bahwa jika kita diperintah untuk mensyukuri seluruh nikmat tersebut, tentu kita tidak mampu dan bahkan enggan untuk bersyukur. Namun jika Allah mau menyiksa, tentu bitu isa dan itu bukan tanda Allah itu dzalim. Akan tetapi, Allah masih mengampuni dan mengasihi kalian. Allah mengampuni kesalahan yang banyak lagi memaafkan bentuk syukur kalian yang sedikit. Seperti itulah yang tersirat dalam firman Allah QS an Nahl ayat 18:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Kita mengakui bahwa nikmat yang diberikan Allah kepada kita banyak sekali dan warna warni bentuknya. Namun bagaimanakah jika yang diakui atau yang diungkapkan syukurnya hanya jika perihal nikmat makanan atau minuman? Dalam kitab Az Zuhud wa Raqaiq dijelaskan:

ومن لم ير الله عليه نعمة إلا في مطعم أو مشرب فقد قل عمله وحضر عذابه

Barangsiapa yang syukurnya hanya sebatas apabila diberi makanan atau minuman, maka sungguh bodoh dan terazab hidupnya (Tips Agar Selalu Bersyukur pada Allah Swt.)

Baca Juga :  Allah Mengecam yang Mengolok-Olok Rasulullah, Tapi…?

Bersyukur adalah ibadah dan bentku ketaatan atas perintah Allah, sedangkan enggan bersyukur adalah bentuk kebangkanagn terhadap perintah Allah. Adapun seseorang yang melakukan syukur hanya apabila hadir nikmat yang berupa makanan dan minuman saja, ia melakukan sebuah ketaatan dan kebangkangan sekaligus. Kalau nyatanya nikmat Allah itu banyak, kenapa hanya bisa mensyukuri yang jenis nikmat materi saja?

Hal tersebut sama saja dengan tidak mengakui nikmat lain yang telah Allah beri. Tak heran jika dalam keterangan di atas, orang ynag demikian disebut dengan orang yang bodoh dan terazab. Bodoh karena tidak bisa memahami dan mengenali nikmat Allah selain makanan dan minuman, terazab karena sudah membangkang atas perintah Allah untuk mensyukuri apa-apa yang telah diberikan.

Syukur adalah salah satu sifat mulia untuk berterimaksih atas limpahan nikmat Allah, saat cobaan datang dan juga saat lapang. Dengan demikian, sangat tidak dianjurkan untuk bersyukur hanya untuk perihal nikmat yang berupa makanan dan minuman. Nikmat Allah itu beragam bentuknya, semoga kita bisa membaca semua karunia yang Allah berikan dan mensyukurinya. Sehingga kita terlepas dari sebutan orang bodoh dan terazab sebagaimana keterangan di atas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here