Halalkah Darah Terselip pada Daging Hewan?

0
981

BincangSyariah.Com – Kadang kita melihat darah dalam makanan daging, baik daging ayam, sapi, atau kambing. Kadang juga kita melihat darah dalam tulang yang sudah dimasak. Halalkah darah yang terselip pada daging hewan atau tulangnya tersebut?

Dalam Islam, darah yang memancar dari hewan dihukumi najis dan tidak boleh dimakan. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Al An’am ayat 145 berikut;

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

“Katakanlah, ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang memancar atau daging babi — karena sesungguhnya semua itu kotor — atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.”

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa darah yang haram dimakan adalah darah yang keluar memancar dari hewan, baik ketika hewan tersebut masih hidup atau pada saat disembelih. Adapun darah yang terselip pada daging hewan setelah disembelih, maka dihukumi suci dan tidak haram dimakan. Ibnu Katsir mengutip perkataan Ibnu Qudamah berikut;

حرم من الدماء ما كان مسفوحًا، فأما لحم خالطه دم فلا بأس به

“Darah yang diharamkan adalah darah yang mengalir. Adapun daging yang di sela-selanya terselip darah, tidak haram.”

Begitu juga tidak haram mengonsumsi darah yang terselip di sela-sela tulang hewan. Dalam kitab Rawai’ul Bayan disebutkan bahwa Sayidah Aisyah pernah berkata;

لولا أنّ الله قال أو دماً مسفوحاً لتتبّع الناس ما في العروق

“Andai Allah tidak berfirman, ‘Darah yang memancar,’ tentu orang-orang akan mencari-cari darah yang menyelip di urat-urat.”

Baca Juga :  Catatan Untuk Felix Siauw Soal Rayah dan Liwa

Perkataan Sayidah Aisyah ini menunjukkan bahwa darah yang terselip di urat-urat hewan tidak perlu dicari untuk dibersihkan karena darah tersebut dihukumi suci dan tidak haram dimakan. Darah yang haram dimakan adalah darah yang mengalir dari hewan, bukan yang terselip pada daging maupun tulangnya.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here